Resiko Kanker Serviks Pada Masa Kehamilan

Resiko Kanker Serviks Pada Masa Kehamilan

 

Resiko Kanker Serviks Pada Masa Kehamilan – Kanker serviks merupakan suatu keganasan pada serviks akibat adanya infeksi virus HPV. Infeksi virus HPV ini didapatkan melalui hubungan seksual. Setiap wanita berisiko terkena infeksi HPV namun infeksi HPV lebih banyak terjadi pada wanita yang aktif secara seksual.

Resiko Kanker Serviks Pada Masa Kehamilan

Resiko Kanker Serviks Pada Masa Kehamilan

Kanker serviks pada masa kehamilan merupakan suatu kondisi yang sangat jarang terjadi. Penanganan kanker biasanya ditunda guna meneruskan kehamilan hingga selesai. Penanganan yang diberikan sementara adalah untuk mengurangi gejala yang timbul. Beberapa literatur ilmiah mengatakan bahwa terminasi atau penghentian kehamilan disarankan terutama pada trimester 1&2 guna sang Ibu sesegera mungkin mendapatkan terapi untuk kanker serviksnya.

Apabila kehamilan ingin tetap dilanjutkan maka terapi untuk kanker serviks ditunda terlebih dahulu. Kehamilan dapat diteruskan hingga bayi siap dilahirkan dengan proses sectio caesarea. Tindakan sectio caesarea dipilih guna menghindari adanya kontak bayi dengan mulut rahim yang terinfeksi. Setelah bayi lahir, sang Ibu dapat memulai terapi guna menghilangkan sel-sel kanker yang menyerang tubuhnya.

Apa resiko kanker serviks pada masa kehamilan ?

Nah, untuk mengetahui resiko kanker serviks pada masa kehamilan maka tak perlu khawatir. Beberapa informasi dibawah ini akan memandu anda mengetahui pengaruhnya terhadap kandungan.

  1. Kelahiran Bayi Prematur

Resiko pertama yang mungkin dialami dari kondisi kanker serviks yang terjadi pada masa kehamilan adalah kelahiran bayi prematur. Kondisi ini tentu menjadi hal yang menyeramkan terjadi pada buah hati anda. Bagaimanapun setiap orangtua tentunya menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya.

Resiko kelahiran bayi prematur akan mungkin membuat impian memiliki bayi yang lahir dengan sehat menjadi hancur. Untuk itu, sebaiknya segera konsultasikan masalah kanker serviks anda ke dokter. Bila perlu lakukan pemeriksaan secara rutin untuk mendeteksi masalah gangguan pada organ kewanitaan sejak dini.

  1. Keguguran

Resiko paling menakutkan dari kanker serviks yang dialami pada masa kehamilan adalah keguguran pada bayi. Hal ini dikarenakan pada beberapa kondisi tertentu adanya kanker membuat janin dalam kandungan perlu diangkat dengan alasan keamanan dan keselamatan.

Bahkan penelitan menunjukan bahwa seorang wanita yang menderita kanker serviks bahkan tidak memiliki kemungkinan untuk hamil. Hal ini tentu menjadi hal yang sangat menakutkan. Akibat dari tahapan tertentu perawatan dan penanganan kanker serviks akan memungkinkan pengangkatan rahim harus dilakukan.

  1. Hambatan Proses Perkembangan Janin

Adanya inferksi virus yang terjadi pada bagian rahim akan mungkin mempengaruhi perkembangan janin didalamnya. Dimana kondisi ini akan mengakibatkan adanya hambatan proses perkembangan janin dalam kandungan. Kondisi ini pada umumnya disebabkan adanya neoplasma yang berbahaya. Dampaknya janin anda tidak akan bertumbuh dan berkembang dengan normal seperti bayi pada umumnya. Hal ini bisa memicu resiko bayi cacat pada saat dilahirkan.

  1. Hambatan Proses Persalinan

Selain mempengaruhi perkembangan janin dalam kandungan. Adanya kanker serviks pun bisa menyebabkan gangguan pada proses persalinan. Akibat adanya jaringan sel kanker serviks proses persalinan yang normal akan dapat terkendala. Masalah ini tentu akan menjadi ancaman yang mengerikan  untuk anda.

Penularan Kanker Serviks

Nah, lalu sebenarnya bagaimanakah cara penularan kanker serviks itu?

  1. Hubungan seks usia muda

Semakin muda seorang perempuan melakukan hubungan seks, semakin besar risikonya untuk terkena kanker serviks. Berdasarkan penelitian para ahli, perempuan yang melakukan hubungan seks pada usia kurang dari 17 tahun mempunyai resiko 3 kali lebih besar daripada yang menikah pada usia lebih dari 20 tahun.

  1. Sering berganti pasangan

Sering bergonta-ganti pasangan seks akan meningkatkan potensi penularan penyakit kelamin. Penyakit yang ditularkan seperti infeksi human papilloma virus (HPV) telah terbukti dapat meningkatkan timbulnya kanker serviks, penis dan vulva. Resiko terkena kanker serviks menjadi 10 kali lipat pada wanita yang mempunyai partner seksual 6 orang atau lebih. Di samping itu, virus herpes simpleks tipe-2 dapat menjadi faktor pendamping.

  1. Merokok

Wanita perokok berpotensi 2 kali lebih besar menderita kanker serviks dibanding wanita yang non perokok. Lendir serviks pada wanita perokok mengandung nikotin dan zat-zat lainnya yang ada di dalam rokok. Zat-zat tersebut akan menurunkan daya tahan serviks dan juga merupakan ko-karsinogen infeksi virus.

  1. Defisiensi asam folat

Kekurangan asam folat dapat meningkatkan risiko terjadinya displasia ringan dan sedang, serta mungkin juga meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks pada wanita yang makanannya rendah beta karoten dan retinol (vitamin A).

  1. Penggunaan kloset duduk di WC umum

Hal ini dikarenakan kondisi lembabnya toilet yang menjadi tempat subur bagi virus HPV untuk berkembang biak. Terlebih, WC umum jarang dibersihkan. HPV bisa menular melalui kontak kulit dengan bibir WC. Konklusi ini berasal dari penemuan tidak wajar pada anak berumur 4 tahun yang menderita kanker serviks. Padahal anak seumur itu tentunya belum menstruasi. Dari situ, diduga penularan virus ini berasal dari WC umum.

Jadi demikian masalah kanker serviks yang terjadi tidak dapat disepelekan begitu saja. Diperlukan penanganan yang efektif dengan berkonsultasi dengan dokter. Agar demikian masalah ini bisa segera diatasi dengan baik. Sekian artikel mengenai resiko kanker serviks pada masa kehamilan. Semoga bermanfaat ^^

Resiko Kanker Serviks Pada Masa Kehamilan

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*