Peradangan Serviks itu apa?

Peradangan Serviks itu apa?

Peradangan Serviks atau Servisitis adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan peradangan di selaput lendir canalis cervicalis. Karena epitel selaput lendir cervicalis hanya terdiri dari satu lapisan sel silindris maka mudah terkena infeksi dibandingkan dengan selaput lendir vagina. Peradangan Serviks terjadi akibat infeksi, seperti infeksi bakteri dan penyakit menular seksual atau karena cedera pada serviks akibat benda asing, seperti tampon dan diafragma serviks, yang dimasukan ke dalam vagina.

Peradangan Serviks– Walaupun begitu canalis cervicalis terlindung dari infeksi oleh adanya lendir yang kental yang merupakan barier terhadap kuman-kuman yang ada didalam vagina. Terjadinya cervisitis dipermudah oleh adanya robekan serviks, terutama yang menimbulkan ectropion. Peradangan Serviks- Sehingga radang ini juga sering terjadi pada wanita menopause karena dinding vagina menipis hingga mudah terkena infeksi. Gejalanya keputihan, gatal, dan pedih. Bisa disertai nyeri dan sering buang air kecil. Terapinya bukanlah antibiotik melainkan hormonal karena proses penyebabnya adalah menopause.

Peradangan Serviks itu apa?

Peradangan Serviks itu apa?

Serviks adalah bagian sempit pada ujung dari rahim yang terbuka ke arah vagina. Ketika serviks meradang, serviks membengkak dan dapat menimbulkan gejala, seperti keinginan berkemih yang sering, nyeri saat berkemih, nyeri sewaktu berhubungan seksual, perdarahan vagina yang abnormal, dan keputihan. Namun, pada kebanyakan kasus, wanita yang menderita peradangan serviks atau servisitis tidak merasakan tanda dan gejala apapun.

Keadaan ini umumnya ditemukan pada wanita yang sudah terlibat dalam aktifitas seksual, terutama pada hubungan seks yang beresiko tinggi atau yang tidak aman, pada usia yang sangat muda atau pada wanita yang sering bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan seksual. Tidak diperlukan perawatan untuk servisitis yang tidak disebabkan oleh penyakit menular seksual. Pada kasus-kasus yang disebabkan oleh penyakit menular seksual, antibiotik diberikan untuk infeksi bakteri dan antivirus diberikan untuk infeksi virus. Untungnya, peradangan serviks atau servisitis bukan merupakan kondisi yang mengancam jiwa tetapi dapat menyebabkan komplikasi, seperti penyakit radang panggul, yang dapat menyebabkan infertilitas.

Peradangan Serviks atau Servicitis dibagi menjadi 2 yaitu: peradangan serviks atau servicitis akut dan kronis.

Ada beberapa cara untuk mencegah terkena penyakit peradangan serviks atau servicitis yaitu seperti :

  • Menjaga kebersihan alat genitalia, dengan cara membasuh genetalia dengan sabun dan air dari satu arah yaitu dari depan kebelakang agar bakteri yang ada di anus tidak masuk pada daerah genetalia.
  • Tidak bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan seks
  • Pemeriksaan dasar yang diperlukan adalah memastikan kuman penyebabnya. Untuk bakteri, dapat dilakukan melalui pembiakan kuman dan tes sensitivitas terhadap antibiotika dari cairan vagina. Sedangkan untuk virus, lebih sulit lagi karena memerlukan teknologi canggih guna memastikannya. Setelah kuman penyebabnya dapat diketahui, barulah pengobatan yang tepat dan rasional dapat diberikan.

Ciri Peradangan Serviks Selalu Berbeda

Peradangan serviks alat reproduksi memiliki gejala yang berbeda, tergantung penyebabnya. Jika disebabkan oleh jamur, peradangan ditandai oleh sekresi (pengeluaran) cairan encer, yang disertai rasa gatal. Jamur tergolong sebagai mikroba yang berukuran relatif lebih besar, sehingga dapat memicu kerusakan jaringan yang lebih luas. Jamur bisa menyebabkan mulut rahim dan baru berubah menjadi kanker setelah 10 tahun!

Ciri peradangan yang lain adalah nyeri saat berhubungan seksual. Hal ini disebabkan oleh pergesekan yang mengakibatkan luka pada mulut rahim semakin lebar. Penderita radang alat reproduksi juga akan merasa tidak nyaman, pegal-pegal dan nyeri, di seputar selangkangan, paha dan panggul. Jika dilakukan pemeriksaan fisik, maka vagina akan terlihat kemerahan.

Peradangan serviks yang semula ringan, hanya berupa keputihan, bisa berubah menjadi berat karena beberapa kondisi. Misalnya, populasi kuman, keganasan kuman, serta daya tahan tubuh. Jika stamina tubuh kurang baik, dalam jangka dua hari radang ringan bisa menjadi berat. Saat menjadi radang berat, gejala yang dialami adalah rasa terbakar pada vagina, sekresi cairan berbau, dan terkadang bercampur darah, serta selalu menimbulkan noda pada celana dalam.

Pada saat-saat tertentu, peradangan bisa menjadi semakin berat, misalnya, saat menstruasi. Pada masa ini, daya tahan tubuh cenderung menurun. Akibatnya, rasa nyeri dan keputihan akan semakin hebat.

 

 

Peradangan Serviks itu apa?

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*