Kanker Serviks Tidak Menimbulkan Gejala

Kanker Serviks Tidak Menimbulkan Gejala

 

 

Kanker Serviks – Kanker serviks atau kanker mulut rahim merupakan jenis kanker terbanyak kedua, setelah kanker payudara, yang diderita wanita Indonesia. Kanker yang terjadi pada mulut rahim atau serviks ini berkembang selama puluhan tahun dan selama itu tak menimbulkan gejala. Di dunia, diperkirakan setiap dua menit seorang wanita meninggal karena kanker serviks, sedangkan di Indonesia setiap satu jam wanita meninggal akibat penyakit ini. Meski demikian, pengetahuan masyarakat akan kanker ini masih rendah sehingga kanker ini ditemukan pada stadium lanjut.

 

Kanker Serviks Tidak Menimbulkan Gejala

Kanker Serviks Tidak Menimbulkan Gejala

Menurut subspesialis onkologi, kanker serviks disebabkan oleh human papilomma virus (HPV) tipe 16 dan 18. Kedua tipe virus ini menyebabkan lebih dari 75 persen kasus kanker serviks. Perjalanan penyakit ini sejak mulai terinfeksi hingga menjadi kanker serviks bisa berlangsung antara 15-20 tahun. Dilihat dari usia penderita, kanker serviks rata-rata dialami wanita pada rentang usia 35-55 tahun. Dengan perhitungan masa inkubasi tersebut, berarti penderita mulai terjangkit virus HPV sejak usia muda, yakni sekitar usia 20 tahun atau saat mulai melakukan aktivitas seksual.

 

Penularan utama HPV disebabkan melalui hubungan seksual dan kontak kulit dengan kulit, 85 persen terjadi melalui rute seksual dan sisanya aktivitas nonseksual, seperti sentuhan kulit kelamin atau menyentuh kelamin dengan jari. Ini karena virus ini hidup di epitel kulit, jadi tidak harus ditularkan lewat penetrasi seksual. Meski demikian, 95 persen penularan HPV bisa sembuh dengan sendirinya dilawan oleh sistem kekebalan tubuh. Yang membahayakan adalah yang 5 persen, karna virusnya akan menetap bahkan berkembang menjadi kanker.

 

 

Karena kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang sudah diketahui penyebabnya, maka kita sebenarnya bisa mencegahnya, yakni dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi idealnya dilakukan sejak usia remaja. Cara lain untuk menurunkan risiko penularan HPV adalah menghindari berganti-ganti pasangan, menggunakan kondom, serta menjaga kesehatan agar sistem kekebalan tubuh selalu prima. Meski demikian, WHO merekomendasikan vaksinasi sebagai pencegahan primer terhadap kanker serviks ini.

 

Cara Mengobati Kanker Serviks

Super Lutein Naturally Plus (S Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari s lutena sebagai obat kanker otak herbal adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Obat Kanker Serviks Ampuh

Obat Kanker Serviks Ampuh

Secara umum, S Lutena memiliki manfaat sebagai anti aging (anti penuaan) bagi tubuh. Yakni; Anti Aging Mata, Anti Aging Otak, Anti Aging Kulit, Anti Aging Imunitas, Anti Aging Metabolisme, dan Anti Aging Organ Keseluruhan. Konsumsi 3 kapsul Super Lutein setara dengan 5 porsi sayuran dan 4 porsi buah-buahan dengan 6 macam warna. Dua puluh (20) menit setelah konsumsi, Super Lutein akan diserap oleh pencernaan, dan dalam waktu empat puluh (40) menit diserap oleh mata. Oleh karenanya, setelah konsumsi Super Lutein pandangan mata akan lebih cerah dan terang.

 

S Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S.Lutena termasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA. Produk ini menyediakan suplemen yang tepat untuk mereka yang tidak dapat mengkonsumsi jumlah nutrisi yang dibutuhkan sehari-hari karena berbagai alasan. Nilai gizi dari produk ini diakui selama jumlah spesifik nilai gizi memenuhi standar yang ditetapkan oleh BPOM.

 

S Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, s lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

 

Kanker Serviks Tidak Menimbulkan Gejala

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*