Kanker Serviks Stadium 1B

Kanker Serviks Stadium 1B

 

Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus Human Papiloma Virus (HPV) yang menyerang mulut rahim. Kanker ini terjadi pada area leher rahim yaitu bagian rahim yang menghubungkan rahim bagian atas dengan vagina. Usia rata-rata kejadian kanker serviks adalah 52 tahun, dan distribusi kasus mencapai puncak 2 kali pada usia 35-39 tahun dan 60 – 64 tahun.

Kanker Serviks Stadium 1b

Kanker Serviks Stadium 1b

Penyebab terserang kanker serviks adalah virus yang disebut human papillomavirus, atau HPV. seseorang bisa terpapar HPV melalui kontak seksual dengan seseorang yang memilikinya. Ada banyak jenis virus HPV. Tidak semua jenis HPV menyebabkan kanker serviks. Beberapa dari HPV tersebut menyebabkan kutil kelamin, tetapi jenis lain mungkin tidak menimbulkan gejala apapun.

Kanker serviks memiliki tahapan atau stadium seperti jenis kanker lain. Perbedaan stadium pada dasarnya dibedakan pada perkembangan kanker dan daerah penyebaran kanker. Wanita yang sering melakukan pemeriksaan melalui papsmear biasanya cenderung memiliki kesempatan pengobatan yang lebih besar karena jangkauan penyebaran sel kanker yang lebih kecil.

Kanker serviks stadium 1 merupakan tahapan kanker dimana sel kanker hanya berada pada bagian organ leher rahim. Dalam dunia kedokteran kanker serviks stadium 1 akan dibagi menjadi stadium 1A (1A1 dan 1A2) dan 1B (1B1 dan 1B2). Kali ini yang akan dibahas adalah kanker serviks stadium 1b.

Berikut ini penjelasan tentang kanker serviks stadium 1b :

  1. Stadium 1B merupakan indikasi dari sel kanker dengan ukuran yang lebih besar dari stadium 1A, namun tidak menyebar ke jaringan lain.
  2. Stadium 1B1 merupakan pertumbuhan kanker yang telah mencapai ukuran antara 1-3 cm.
  3. Stadium 1B2 adalah tahap kanker ketika telah mencapai ukuran lebih dari 4 cm.

Gejala Kanker Serviks Stadium 1B

Gejala yang muncul pada kanker serviks biasanya tidak terlalu dipikirkan oleh wanita, hal ini disebabkan karena gejala ringan yang muncul sama seperti jenis keluhan penyakit pada organ reproduksi wanita. Namun ada beberapa gejala yang harus diwaspadai sehingga semua wanita harus segera pergi ke dokter untuk memeriksakan diri. Berikut ini gejala munculnya kanker serviks.

  • Gejala yang paling banyak ditemukan oleh wanita adalah munculnya pendarahan seperti menstruasi namun terjadi di luar siklus menstruasi. Terkadang pendarahan yang muncul berupa gumpalan-gumpalan besar dengan warna yang lebih merah.
  • Pendarahan yang muncul saat menjelang siklus menopause dan setelah menopause. Wanita yang mendapatkan gejala ini lebih sering lalai karena dianggap hanya bagian dari proses menopause.
  • Pendarahan yang muncul pada saat hubungan suami istri atau hubugan intim. Pendarahan hebat juga dapat terjadi setelah hubungan seks.
  • Gejala umum yang paling sering tidak diperhatikan wanita adalah munculnya keputihan yang dalam waktu lama dan sering menimbulkan bau yang tidak enak serta munculnya rasa sakit saat berhubungan seks.

Berbagai gejala ini memang terkadang sulit untuk diamati karena cenderung seperti masalah reproduksi wanita. Namun hal inilah yang selama ini ternyata menimbulkan potensi pertumbuhan sel kanker yang lebih besar dengan resiko yang lebih berat.

Cara Mencegah Kanker Serviks

Cara utama dalam mencegah kanker serviks adalah mencegah tertular virus HPV. Diperkirakan sekitar 99 persen kasus kanker serviks disebabkan oleh virus ini. Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker serviks meliputi berhubungan seks dengan aman, setia pada pasangan, screening rutin pada leher rahim, vaksinasi, serta berhenti merokok.

Kebanyakan kasus kanker serviks berhubungan dengan infeksi HPV jenis tertentu. Penyebaran virus ini terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman, maka gunakan kondom ketika berhubungan seksual untuk mengurangi risiko tertular HPV.

Risiko tertular HPV juga meningkat seiring dengan jumlah pasangan seksual seseorang. Wanita yang hanya memiliki satu pasangan pun juga bisa terkena infeksi ini jika pasangannya memiliki banyak pasangan seksual lain.

Screening untuk kanker serviks atau pap smear adalah metode untuk mendeteksi sel-sel yang berpotensi menjadi kanker. Pap smear leher rahim bukanlah tes untuk kanker. Tes ini hanya memeriksa kesehatan sel-sel pada leher rahim. Kebanyakan hasil tes pada wanita menunjukkan hasil normal. Lakukanlah pap smear secara teratur. Wanita yang pernah berhubungan seks dan terutama sudah berusia 25-49 tahun, disarankan untuk melakukan tes tiap tiga tahun sekali. Untuk wanita usia 50-64 tahun, disarankan melakukan tes lima tahun sekali.

Vaksinasi HPV atau human papilomavirus melindungi wanita dari infeksi jenis virus utama yang menyebabkan kanker serviks. Vaksin akan lebih efektif jika diberikan pada gadis sebelum aktif secara seksual. Meski vaksin HPV bisa mengurangi risiko kanker serviks, tapi vaksin ini tidak menjamin Anda bebas dari penyakit ini. Anda tetap sebaiknya menjalani pap smear secara rutin meski sudah mendapatkan vaksinasi.

Risiko terkena kanker serviks juga bisa dikurangi dengan menjauhi rokok. Orang yang merokok lebih sulit dalam menghilangkan infeksi HPV dari tubuh. Infeksi inilah yang berpotensi menjadi kanker.

S-Lutena Suplemen Anti Kanker Solusi Ampuh Untuk Pengobatan Kanker Serviks

Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

obat kanker serviks slutenaSecara umum, S Lutena memiliki manfaat sebagai anti aging (anti penuaan) bagi tubuh. Yakni; Anti Aging Mata, Anti Aging Otak, Anti Aging Kulit, Anti Aging Imunitas, Anti Aging Metabolisme, dan Anti Aging Organ Keseluruhan. Konsumsi 3 kapsul Super Lutein setara dengan 5 porsi sayuran dan 4 porsi buah-buahan dengan 6 macam warna.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam Super Lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S-Lutena juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Super Lutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari.

Super Lutein Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, s-lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Kanker Serviks Stadium 1b

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*