Kanker Serviks Karena Keturunan ?

Kanker Serviks Karena Keturunan ?

 

Kanker Serviks Karena Keturunan ? Kanker leher rahim atau serviks masih menjadi momok bagi perempuan, termasuk perempuan Indonesia. Dari data setiap tahun ditemukan 528.000 kasus baru kanker serviks, di mana 266 ribu kematian setiap tahun dan sepertiganya di Asia Tenggara. Di Indonesia, kanker serviks merupakan pembunuh ke-2 perempuan di Indonesia. Salah satu problematik dari keganasan kanker serviks berkembang di Indonesia disebut karena kesadaran pencegahan penyakit belum maksimal.

Virus penyebab kanker serviks adalah Human Papilloma Virus (HPV), khususnya tipe 16 dan 18 yang tergolong tipe tinggi risiko kanker. Virus ini dengan mudah didapat oleh mereka yang aktif secara seksual. Namun demikian, saat seseorang terinfeksi, 95 persen kasus dapat hilang dengan sendirinya dengan perlawanan imunitas tubuh.

HPV penyebab kanker serviks yang ditularkan dapat bertahan dalam jaringan epitel di daerah serviks selama 10 sampai 15 tahun. Dr. Andi mengatakan, HPV penyebab kanker tidak akan langsung menimbulkan gejala tertentu, dengan demikian kanker serviks menjadi sulit untuk dideteksi. Vaksinasi dan skrining alat kelamin melalui metode pap smear adalah jalan terbaik untuk mencegah kanker serviks.

Kanker Serviks Karena Keturunan

Kanker Serviks Karena Keturunan

Kanker Serviks Karena Keturunan ? Benarkah ?

BANYAK masyarakat yang salah persepsi jika kanker serviks adalah penyakit turunan. Padahal, kanker leher rahim disebabkan oleh virus menular, dan hanya sedikit kasus disebabkan oleh faktor keturunan.

Seperti yang telah di sebutkan diatas, kanker serviks karena keturunan mungkin saja bisa terjadi. Karena salah satu faktor risiko penyakit kanker adalah faktor genetik. Secara sederhana, yang disebut dengan faktor risiko adalah suatu faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit tertentu. Perlu diperhatikan bahwa faktor risiko bukanlah penyebab langsung timbulnya penyakit.

Faktor genetik pada penyakit kanker diturunkan dari generasi ke generasi. Dengan demikian, yang diturunkan adalah faktor risiko genetiknya, bukan penyakit kankernya secara langsung. Faktor risiko genetik biasanya merupakan suatu variasi atau mutasi urutan DNA, yang berbeda-beda antara etnisitas satu dan yang lainnya dan antara penyakit kanker satu dan yang lainnya.

Jika seseorang memiliki faktor risiko genetik untuk penyakit kanker tertentu, maka ia memiliki kerentanan lebih tinggi dibanding orang lain untuk menderita penyakit kanker tersebut.

Seberapa besar risiko atau kemungkinannya bergantung dari:

  1. Jenis penyakit kankernya.

Peran faktor genetik antara jenis penyakit kanker satu dan lainnya berbeda-beda. Misalnya, sebagian sangat besar penyakit kanker payudara memiliki pola kekerabatan, sementara hanya 10% penyakit kanker indung telur yang memiliki pola kekerabatan.

  1. Jenis variasi genetik yang dibawa orang tersebut.

Berdasarkan kontribusinya dalam meningkatkan risiko kanker, variasi genetik dapat dibagi 3 tipe, yaitu tipe penetransi tinggi, sedang, dan rendah. Variasi genetik tipe penetransi tinggi memiliki pengaruh paling besar dalam meningkatkan risiko kanker, dst. Pada kanker payudara faktor risiko genetik dengan penetrasi paling tinggi adalah mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2. Penelitian menunjukkan, jika seseorang membawa mutasi pada kedua gen ini, maka ia memiliki resiko 10 kali lebih tinggi menderita kanker payudara dibanding orang yang tidak membawa mutasi pada kedua gen tersebut.

  1. Jarak kekerabatan dengan anggota keluarga yang menderita kanker.

Semakin dekat jarak kekerabatan seseorang dengan anggota keluarga yang menderita kanker maka semakin tinggi risikonya menderita kanker yang sama. Dalam hal ini tentunya ‘first degree relatives’ (ayah, ibu, anak dan saudara sekandung) menunjukkan risiko paling tinggi.

Bisakah kanker serviks karena keturunan bisa di cegah ?

Faktor risiko genetik tidak dapat diubah (setidaknya untuk saat ini). Namun, faktor risiko genetik hanya satu dari berbagai faktor resiko lain, seperti lingkungan dan pola hidup. Faktor-faktor risiko lain ini tentunya adalah variabel yang dapat dikendalikan. Pencegahan timbulnya kanker biasanya adalah pengendalian dari faktor-faktor lingkungan dan pola hidup. Faktor-faktor lingkungan dan pola hidup ini berbeda-beda antara satu penyakit kanker dan penyakit kanker lainnya.

Benarkah kanker serviks karena keturunan bisa sembuh ?

Kanker serviks karena keturunan bisa sembuh dengan mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam Super Lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S Lutena juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Super Lutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari.

S-Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S.Lutena termasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA.

S.Lutena Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Kanker Serviks Karena Keturunan ?

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*