Kanker Serviks Dan Pengobatan

Kanker Serviks Dan Pengobatan

 

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis kanker ganas yang menyerang saluran reproduksi perempuan. Perempuan yang telah terjangkit virus papiloma manusia mengalami rasa ketakutan berlebih dan putus asa untuk kembali sembuh. Meskipun tidak dapat sembuh seperti perempuan normal lainnya akan tetapi dukungan, simpati, empati dari keluarga dan orang terdekat akan membuat penderita bersemangat untuk sembuh.

Kanker Serviks Dan Pengobatan

Kanker Serviks Dan Pengobatan

Jenis penanganan menurut stadium kanker terbagi dua. Yang pertama adalah penanganan kanker serviks tahap awal, yaitu operasi pengangkatan sebagian atau seluruh organ rahim, radioterapi, atau kombinasi keduanya. Dan yang kedua adalah penanganan kanker leher rahim atau serviks stadium akhir, yaitu radioterapi dan/atau kemoterapi, kadang operasi juga perlu dilakukan.

Jika diagnosis kanker leher rahim atau serviks sudah diketahui sejak awal, kemungkinan pulih sepenuhnya cukup bagus. Tapi jika kanker sudah menyebar, peluang pulih total akan berkurang. Pada kasus kanker leher rahim serviks yang tidak bisa disembuhkan, bisa dilakukan perawatan paliatif. Perawatan jenis ini berfungsi untuk memperlambat penyebaran kanker, memperpanjang usia pasien dan mengurangi gejala yang muncul, misalnya rasa sakit dan pendarahan vagina.

  1. Prosedur Pengangkatan Sel-sel Prakanker

Hasil pap smear mungkin tidak menunjukkan adanya kanker leher rahim atau serviks, tapi bisa dilihat jika terjadi perubahan biologis yang berpotensi menjadi kanker di masa mendatang. Berikut ini adalah beberapa penanganan yang tersedia:

  • Biopsi kerucut: yaitu pengangkatan wilayah tempat jaringan yang abnormal melalui prosedur operasi.
  • Terapi laser: pemakaian laser untuk membakar sel-sel abnormal.
  • LLETZ atau large loop excision of transformation zone: sel-sel abnormal dipotong memakai kawat tipis dan arus listrik.
  1. Operasi Pengangkatan Kanker Serviks

Ada tiga jenis operasi utama untuk kanker serviks, antara lain :

  • Operasi radical trachelectomy
  • Operasi yang melibatkan pengangkatan rahim
  • Pelvic exenteration
  1. Penanganan Kanker Serviks dengan Radioterapi

Untuk penanganan kanker serviks stadium awal, radioterapi bisa dilakukan sendiri atau dikombinasikan dengan operasi. Sedangkan untuk kanker serviks stadium akhir, radioterapi digabung dengan kemoterapi. Kombinasi ini bertujuan untuk mengendalikan pendarahan dan rasa nyeri.

Proses radioterapi biasanya berjalan sekitar satu sampai dua bulan. Meski begitu, radioterapi tidak hanya menghancurkan sel-sel kanker, terkadang radioterapi juga menghancurkan jaringan yang sehat. Efek samping bisa bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Pada beberapa kasus, efek samping ini bisa bersifat permanen. Tapi, kebanyakan efek samping akan hilang dalam dua bulan setelah menyelesaikan pengobatan.

  1. Mengobati Kanker Serviks dengan Kemoterapi

Untuk mengobati kanker leher rahim atau serviks, kemoterapi bisa digabung dengan radioterapi. Untuk kanker stadium akhir. Kemoterapi dilakukan untuk memperlambat penyebaran dan mengurangi gejala yang muncul. Pengobatan ini sering disebut sebagai kemoterapi paliatif.

Kemoterapi memakai obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker. Berbeda dengan radioterapi atau operasi yang berdampak pada bagian tertentu saja, kemoterapi akan berdampak pada seluruh tubuh. Obat ini mengincar sel yang tumbuh dan berkembang biak dengan cepat, terutama sel kanker. Tapi sel sehat yang berkembang biak dengan cepat juga bisa terpengaruh.

  1. Pengobatan Pada Masa Kehamilan

Pengobatan kanker leher rahim atau serviks pada masa kehamilan tergantung pada stadium kanker dan juga umur kehamilan Anda. Misalnya Anda menderita kanker serviks stadium awal dan berada pada usia kehamilan sembilan bulan. Pengobatan yang dilakukan akan ditunda hingga Anda melahirkan bayi. Pengobatan kanker bisa menyebabkan kelahiran prematur atau bahkan keguguran.

  1. Tindakan Lanjutan Pasca Pengobatan

Setelah pengobatan kanker serviks, sangat penting untuk menerima pemeriksaan lanjutan, terutama pada vagina dan leher rahim diperlukan jika kanker belum diangkat. Pemeriksaan ini bertujuan mencari pertanda karena adanya risiko kanker bisa kembali. Biopsi akan dilakukan kembali jika ada hal yang mencurigakan. Kemunculan kembali kanker ini biasanya terjadi sekitar satu setengah tahun setelah selesai pengobatan.

Perawatan lanjutan dilakukan tiap empat bulan sekali, ini untuk dua tahun pertama setelah pengobatan selesai. Lalu tiap enam bulan sampai satu tahun sekali selama tiga tahun berikutnya.

Kanker Serviks Dan Pengobatan

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*