Kanker Serviks Dan Kehamilan

Kanker Serviks Dan Kehamilan

 

Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya.

Kanker Serviks Dan Kehamilan

Kanker Serviks Dan Kehamilan

Kanker serviks duduk di urutan pertama penyakit pembunuh jutaan wanita di seluruh dunia. Pada tahun 2009, penyakit ini diperkirakan menyerang kurang lebih 11000 wanita warga Amerika Serikat yang 4000 diantaranya diprediksi berujung pada risiko kematian.

Kanker serviks adalah kanker yang menyerang serviks yang berada tepat di bawah uterus atau kandungan. Oleh karena kanker ini menyerang organ dekat dengan kandungan, orang banyak bertanya apakah seseorang yang didiagnosa kanker serviks memiliki kemungkinan hamil atau apakah seorang wanita hamil dapat terserang kanker ini.

Apakah Seorang Ibu Hamil Dapat Terserang Kanker Serviks? Dan Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Janin Dalam Kandungan?

Berbeda dengan kanker payudara yang risikonya menurun ketika seorang wanita hamil, kemungkinan kanker serviks menyerang wanita hamil sama besarnya dengan mereka yang sedang tidak hamil. Apabila seorang wanita hamil didiagnosa mengidap kanker serviks, tindakan penanganan yang harus diambil sangat tergantung pada usia kehamilannya. Kemungkinan terburuk adalah dengan mengangkat janin yang sedang dikandung.

Namun, seiring dengan semakin berkembangnya ilmu kedokteran, pengobatan untuk kanker serviks pada masa kehamilan bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan usia kehamilan serta seberapa ganas kanker serviks yang diderita oleh ibu hamil. Beberapa dokter biasanya menyarankan ibu hamil untuk menjalani pengobatan seperti operasi maupun kemoterapi dengan tujuan untuk memberantas sel kanker.

Selain itu, obat-obatan yang diberikan bagi ibu hamil juga sudah dijamin keamanannya sehingga tidak membahayakan janin. Bahkan pada saat dilakukan operasi pun tentu saja di bawah pengawasan ahli anestesi yang bisa memperhitungkan kesehatan ibu hamil. Sedangkan untuk pengobatan dengan kemoterapi, biasanya dilakukan setelah masa kehamilan melewati trimester pertama, karena pada masa itu janin dalam kandungan sudah terbentuk.

Setelah Anda mengetahui resiko kanker serviks pada masa kehamilan, maka sudah menjadi kewajiban ibu hamil untuk selalu mewaspadai akan penyakit mematikan ini. Jagalah selalu kebersihan organ intim wanita Anda. Karena jika Anda lengah sedikit saja, akan banyak penyakit yang siap menyerang.

Cara Mencegah Kanker Serviks

Cara utama dalam mencegah kanker serviks adalah mencegah tertular virus HPV. Diperkirakan sekitar 99 persen kasus kanker serviks disebabkan oleh virus ini. Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker serviks meliputi berhubungan seks dengan aman, setia pada pasangan, screening rutin pada leher rahim, vaksinasi, serta berhenti merokok.

Kebanyakan kasus kanker serviks berhubungan dengan infeksi HPV jenis tertentu. Penyebaran virus ini terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman, maka gunakan kondom ketika berhubungan seksual untuk mengurangi risiko tertular HPV.

Risiko tertular HPV juga meningkat seiring dengan jumlah pasangan seksual seseorang. Wanita yang hanya memiliki satu pasangan pun juga bisa terkena infeksi ini jika pasangannya memiliki banyak pasangan seksual lain.

Screening untuk kanker serviks atau pap smear adalah metode untuk mendeteksi sel-sel yang berpotensi menjadi kanker. Pap smear leher rahim bukanlah tes untuk kanker. Tes ini hanya memeriksa kesehatan sel-sel pada leher rahim. Kebanyakan hasil tes pada wanita menunjukkan hasil normal. Lakukanlah pap smear secara teratur. Wanita yang pernah berhubungan seks dan terutama sudah berusia 25-49 tahun, disarankan untuk melakukan tes tiap tiga tahun sekali. Untuk wanita usia 50-64 tahun, disarankan melakukan tes lima tahun sekali.

Vaksinasi HPV atau human papilomavirus melindungi wanita dari infeksi jenis virus utama yang menyebabkan kanker serviks. Vaksin akan lebih efektif jika diberikan pada gadis sebelum aktif secara seksual. Meski vaksin HPV bisa mengurangi risiko kanker serviks, tapi vaksin ini tidak menjamin Anda bebas dari penyakit ini. Anda tetap sebaiknya menjalani pap smear secara rutin meski sudah mendapatkan vaksinasi.

Risiko terkena kanker serviks juga bisa dikurangi dengan menjauhi rokok. Orang yang merokok lebih sulit dalam menghilangkan infeksi HPV dari tubuh. Infeksi inilah yang berpotensi menjadi kanker.

Untuk mengobati dan mencegah kanker serviks Anda mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S-Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, s-lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Kanker Serviks Dan Kehamilan

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*