Kanker Serviks Bisa Diraba, Benarkah ?

Kanker Serviks Bisa Diraba, Benarkah ?

 

Kanker Serviks Bisa Diraba, Benarkah ? Sebelum membahasa mengenai Kanker serviks adalah kanker yang terjadi saat ada sel-sel di leher rahim alias serviks yang tidak normal, dan berkembang terus dengan tidak terkendali.

Sel-sel abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi penyebab kanker serviks. Leher rahim sendiri adalah organ yang berbentuk seperti tabung silinder. Fungsinya yaitu menghubungkan vagina dengan rahim.

Kanker ini adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia. Namun, tes pap smear yang rutin dapat membantu mengetahui adanya kanker serviks secara dini.

Kanker serviks sering kali masih bisa disembuhkan jika ditemui sejak awal. Selain itu, ada beberapa metode untuk mengendalikan risiko kanker serviks, yang membuat angka kasus kanker serviks menurun.

Kanker Serviks Bisa Diraba, Benarkah ?

Kanker tidak selalu menimbulkan gejala benjolan dan tidak semua benjolan adalah suatu kanker. Organ yang dekat dengan permukaan tubuh dan benjolan cukup besar, barulah dapat teraba ataupun terlihat, misal benjolan pada payudara, benjolan dalam perut pada hepatoma, dan sebagainya. Namun pada organ yang terdapat di dalam, seperti kanker serviks (leher rahim), kanker prostat, maka tidak dapat melalui perabaan.

Kanker Serviks Bisa Diraba, Benarkah ?

Kanker Serviks Bisa Diraba, Benarkah ?

Untuk mendiagnosis suatu penyakit kanker, diperlukan informasi lengkap dari gejala, pemeriksaan fisik dan penunjang secara menyeluruh. Dan untuk mendiagnosis pasti berdasarkan dari pemeriksaan patologi anatomi (PA), yaitu pemeriksaan melihat sebagian jaringan dengan alat mikroskop untuk mengetahui jenis sel apa yang terdapat pada jaringan tersebut.

Gejala awal munculnya kanker serviks

Biasanya, saat sel serviks mulai berubah tapi belum dikatakan kanker, tubuh tidak menunjukkan gejala apapun. Padahal, semakin dini perubahan sel serviks ini diketahui, semakin mudah kanker serviks bisa dicegah dan diobati.

Jika sel serviks yang abnormal ini dibiarkan, maka bisa berubah menjadi sel kanker dan menimbulkan gejala awal, seperti:

  • Pendarahan yang tidak normal pada vagina, seperti pendarahan saat tidak sedang menstruasi, setelah berhubungan seks, atau setelah menopause
  • Sakit saat berhubungan seks
  • Keputihan yang tidak normal dan berbau tidak sedap
  • Nyeri panggul

Gejala kanker serviks juga bisa semakin parah saat kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut, di antaranya adalah:

  • Anemia karena perdarahan vagina yang tidak normal
  • Terasa sakit atau nyeri pada panggul, punggung, dan kaki
  • Masalah buang air kecil karena ginjal atau ureter tersumbat
  • Urine atau feses bocor ke dalam vagina, karena terbentuk fistula (suatu saluran abnormal yang menghubungkan vagina dengan kandung kemih atau rektum)
  • Penurunan berat badan

Pencegahan kanker serviks yang perlu dilakukan

Perubahan sel leher rahim yang terdeteksi sejak dini dapat mencegah sel abnormal berubah menjadi sel kanker. Sehingga, melakukan pap smear merupakan cara terbaik untuk mendeteksi perkembangan sel kanker pada leher rahim. Pap smear bisa menunjukkan perubahan sel abnormal pada leher rahim sebelum berubah menjadi kanker, sehingga kanker serviks bisa dicegah.

Hasil pap smear yang abnormal bisa berarti ada perubahan pada sel serviks, hal ini bisa ditunjukkan dengan:

  • Adanya peradangan atau iritasi pada leher rahim. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi pada serviks akibat HPV.
  • Adanya perubahan sel menjadi abnormal, disebut dengan displasia serviks. Perubahan sel yang belum termasuk sel kanker, tapi mungkin bersifat prakanker.
  • Tanda kanker yang lebih serius, yang ditandai dengan perubahan pada lapisan permukaan serviks.
  • Tanda kanker mulai menyebar, perubahan sel ini meluas ke jaringan di luar serviks.

Selain melakukan pap smear, pencegahan kanker seviks juga bisa dilakukan dengan vaksinasi HPV. Vaksin HPV dapat mendorong tubuh menciptakan antibodi untuk melawan virus HPV, sehingga tubuh bisa menciptakan pertahanan yang lebih kuat.

Mendapatkan vaksin HPV sedini mungkin, bahkan sebelum Anda mulai berhubungan seksual secara aktif, sangat dianjurkan untuk mencegah kanker serviks.

Mengobati Kanker Serviks

Kanker serviks bisa sembuh dengan mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

S-Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S.Lutena termasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda !!

S Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Kanker Serviks Bisa Diraba, Benarkah ?

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*