Gejala Kanker Serviks Stadium Awal dan Pencegahannya

Gejala Kanker Serviks Stadium Awal dan Pencegahannya

 

Gejala Kanker Serviks Stadium Awal – Kanker serviks atau leher rahim menjadi momok bagi kaum wanita. Di Indonesia kanker serviks menempati urutan pertama penyebab kematian akibat kanker pada wanita. Untuk itu kita perlu mengenali ciri-ciri, tanda, dan gejala awal k anker serviks, karena semakin awal terdeteksi dan terapi maka angka kesembuhannya akan lebih baik.

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel permukaan yang melapisi leher rahim (disebut juga mulut rahim) mulai berubah dan tumbuh abnormal. Seiring waktu, sel-sel abnormal dapat menjadi kanker atau dapat kembali normal. Untungnya kebanyakan wanita yang memiliki sel-sel abnormal tidak serte-merta berkembang menjadi kanker.

Gejala Kanker Serviks Stadium Awal dan Pencegahannya

Dalam perkembangannya sel-sel yang telah berubah menjadi kanker akan berkembangbiak, tentu ada perlawanan dari daya tahan tubuh kita. Namun jika sel-sel kanker yang menang, maka sel ganas akan berlanjut mengembangkan dirinya. Awalnya terbatas pada daerah lapisan permukaan serviks, lama kelamaan masuk ke lapisan yang lebih dalam, menyebar ke rahim, menyebar ke kelenjar getah bening, menyebar ke aliran darah, hingga bisa menyebar ke organ lainnya.

Melihat dari sejauh mana kanker berkembang, maka pada ilmuan memberikan derajat atau stadium kanker serviks, dimulai dari stadium 0, 1, 2, 3, dan terakhir stadium 4 (lanjut).

Lalu, apa saja gejala kanker serviks stadium awal yang bisa Anda ketahui?

  1. Keluar darah dari vagina

Bila Anda tiba-tiba mengeluarkan darah atau bercak darah dari vagina, padahal saat itu Anda sedang tidak dalam masa haid, maka bisa jadi hal tersebut merupakan gejala awal kanker serviks stadium 1. Biasanya, perdarahan ini terjadi setelah Anda berhubungan seksual.

  1. Panggul terasa sakit

Apakah Anda merasakan sakit atau nyeri di area panggul? Jika iya, jangan anggap remeh rasa sakit tersebut. Nyeri di area panggul ketika memasuki masa haid mungkin hal biasa. Tetapi, kalau Anda merasakannya ketika melakukan hubungan seks dengan pasangan, maka nyeri panggul yang Anda rasakan tidak normal dan bisa jadi gejala awal kanker serviks.

  1. Keputihan berlebih

Faktanya, keputihan adalah hal yang normal dan pasti dihasilkan vagina pada setiap wanita – kecuali bila mengalami suatu kondisi kesehatan tertentu. Namun, ada kalanya keputihan yang dikeluarkan miss V itu tidak normal dan menunjukkan suatu gangguan kesehatan. Waspadalah jika terdapat keputihan abnormal seperti berbau dan bernanah.

  1. Sulit buang air besar (BAB)

Bahkan perubahan jadwal BAB bisa jadi gejala suatu penyakit, termasuk kanker serviks. Perhatikan, apakah Anda belakangan ini menjadi sulit BAB. Pasalnya, kondisi ini mungkin saja menandakan kalau Anda mengalami kanker serviks. Bila kanker serviks sudah tumbuh cukup besar, benjolan kanker dapat menekan usus Anda dan membuat Anda sulit BAB.

Pencegahan Kanker Serviks

Belum terdapat cara untuk mencegah kanker serviks secara sempurna, namun beberapa cara berikut dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko mengalami kanker serviks:

  1. Skrining serviks atau pap smear

Pap smear adalah cara terbaik untuk mengidentifikasi perubahan pada sel-sel leher rahim tahap awal. Gejala kanker serviks stadium awal dapat terdeteksi dengan melihat apakah terdapat sel-sel abnormal di dalam leher rahim atau serviks. Dengan mendeteksi dan menghilangkan sel-sel serviks yang abnormal dapat mencegah kanker serviks. Pap smear disarankan bagi wanita berusia 25-49 tahun setiap 3 tahun sekali. Sedangkan untuk wanita berusia 50-64 setiap tahun sekali. Untuk wanita berusia di atas 65 tahun wajib melakukan pap smear jika sejak usia 50 tahun belum melakukan prosedur ini.

Selain pemeriksaan pap smear, pemeriksaan HPV atau yang disebut HPV DNA Test juga disarankan untuk mengetahui ada tidaknya virus HPV yang dapat menyebabkan kanker pada serviks. Pemeriksaan ini disarankan untuk dilakukan pada wanita berusia 30 tahun ke atas.

  1. Melakukan seks aman

Sebagian besar kanker serviks terkait dengan infeksi dari human papilloma virus (HPV) yang dapat menyebar melalui hubungan seks yang tidak aman. Misalnya berganti-ganti pasangan dan melakukan aktivitas seksual di usia dini. Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penyebaran infeksi virus ini. HPV juga dapat ditularkan melalui seks penetratif seperti adanya kontak kulit ke kulit di daerah genital atau menggunakan alat bantu seks secara bergantian.

  1. Vaksinasi kanker serviks

Meskipun vaksin HPV dapat mengurangi risiko kanker serviks, tetapi tidak menjamin Anda tidak akan mengalami kanker serviks. Anda tetap disarankan menjalani pap smear untuk mendeteksi kanker serviks. Vaksin ini disarankan diberikan pada perempuan usia 12-13 tahun dan diulangi setiap 6 bulan sebanyak 3 kali pemberian.

  1. Hindari rokok

Merokok dapat mengakibatkan Anda tidak dapat melawan infeksi HPV yang berpeluang berubah menjadi kanker dari dalam tubuh. Ketahui dan pelajari cara-cara untuk berhenti merokok dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Jangan menunggu hingga gejala kanker serviks stadium awal muncul, segera lakukan pap smear jika Anda merasa berisiko terinfeksi virus HPV. Jika muncul gejala lain yang terkait kesehatan rahim Anda, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter.

Pengobatan Kanker Serviks

Solusi yang paling tepat untuk mengobati gejala awal kanker mulut rahim adalah dengan mengambil pengobatan alternatif yaitu dengan mengkonsumsi obat Anti Kanker S.Lutena. S.Lutena terbukti efektif dalam mengobati berbagai macam jenis penyakit terutama untuk leukimia.

S Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

*Disclaimer: Hasil yang diperoleh setiap individu bisa berbeda karena berbagai faktor.

Info Pemesanan KLIK DI BAWAH INI !!

Gejala Kanker Serviks Stadium Awal dan Pencegahannya

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*