Faktor risiko Radang Panggul

Faktor risiko Radang Panggul

Faktor risiko Infeksi bisa menyebabkan terjadinya radang dalam rahim, saluran fallopi dan ovarium. Kondisi ini dikenal dengan Pelvic Inflamatory Disease (PID). Penyakit ini bisa menyebabkan ketidaksuburan dan komplikasi kehamilan lainnya. Wanita dengan PID memiliki risiko 7 kali lebih besar mengalami kehamilan di luar kandungan.

faktor risiko radang panggul

faktor risiko radang panggul

Faktor Risiko Penyakit Radang Panggul, juga dikenal sebagai PID, adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan infeksi bakteri pada saluran genital wanita bagian atas, seperti kandungan (rahim), tuba falopii dan ovarium. Pada sebagian besar kasus, PID disebabkan oleh infeksi pada vagina atau serviks yang menyebar sampai ke rahim. Sumber infeksi bakteri biasanya berasal dari pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim atau melalui penyakit menular seksual, seperti klamidia atau gonore.

Faktor risiko PID terjadi pada wanita yang aktif secara seksual, biasanya pada usia muda antara 15 sampai 24 tahun. Orang yang menderita PID ringan biasanya tidak merasakan gejala apapun. Namun pada beberapa kasus, mereka dapat mengalami gejala nyeri pada punggung bagian bawah, sekret vagina yang banyak dengan bau yang tidak sedap, periode menstruasi yang tidak teratur, demam, dan kelelahan. Faktor risiko Kerusakan yang berat pada organ reproduksi wanita dapat menyebabkan komplikasi, seperti infertilitas dan kehamilan ektopik. Untungnya, kondisi ini dapat diobati dengan mudah menggunakan antibiotik.

Yang dimaksud “faktor risiko bahaya”mengacu pada faktor patogenesis penyebab penyakit radang panggul,rentan terhadap infeksi,konkurensi atau kondisi eksternal,yang bisa dianggap juga sebagai epidemiologi tambahan.

Faktor risiko –aktifitas kehidupan seksual dan jumlah pasangan

Kehidupan seksual dan radang panggul memiliki hubungan yang sangat erat, Kecuali alat kontrasepsi intrauterine dan operasi, selain infeksi primer radang panggul bisa disebabkan oleh aktivitas seksual dan kehidupan seksual yang terlalu berlebihan.setiap sperma mengandung bakteri,untuk homoseksual tidak akan menyebabkan radang panggul. Faktor risiko hubungan antara infeksi dengan frekuensi hubungan seksual yang tidak begitu besar,prevalensi banyaknya pasangan seks pada wanita tidak lebih dari 5x lipat dari orang-orang yang melakukan hubungan seks.

Faktor risiko —tidak memperhatikan kebersihan hubungan seksual

Penderita radang panggul pada anak muda lebih tinggi dibandingkan orang tua,missal:insiden penyakit PID pada gadis berumur 15-19thn lebih tinggi 3x lipat daripada wanita berumur 25-29th;insiden penyakit PID pada gadis berumur 20-24th lebih tinggi 2x lipat daripada wanita yang berumur 25-29th.ini merupakan analis dari spesialis kedokteran barat, puncak insiden tepatnya berusia 30th.insiden ini biasanya lebih tinggi pada anak muda,tidak hanya karena masa produktif dari aktivitas seksual tetapi juga karena pasangan seksual yang tidak labil.

Faktor risiko — Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim

Sebagian besar wanita yang menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim tingkat risiko terkena penyakit adalah 2-4x lipat.ada juga yang 15x lipat.tentu saja penyakit ini sangat erat hubungannya dengan penggunaan alat kontrasepsi, seperti IUD yang memiliki ekor rentan terhadap radang panggul,ekor kawat yang lembah dan basah dapat menjadi penopang kegiatan bakteri.peradangan atau infeksi yang disebabkan oleh IUD disebabkan oleh bakteri non-gonorrhoeae.

Faktor risiko—riwayat penyakit radang panggul

Kejadian berulang riwayat radang panggul adalah tidak lebih dari 20x.sekitar 20-25% pasien yan. terkena radang panggul ada kemungkinan kambuh lagi,sebagian besar orang mengira adalah peradangan kronis yang disebabkan oleh serangan akut,dan dianggap sebagai infeksi berulang.sehingga mudah terjadi infeksi karena saluran epitel tuba terluka,serta gangguan mekanisme pertahanan daerah lokal.mitra seksual yang tidak melakukan pengobatan infeksi merupakan faktor penyebab penting.penggunaan antibodi untuk pengobatan penyakit tidak akan mudah kambuh kembali.

Insiden pada pasien penderita kencing nanah relatif umum,sering dijumpai.ada kemungkinan gonore serviks adalah infeksi asomtomatik berlanjut.terserangnya penyakit kencing nanah akan mengakibatkan penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga akan terinfeksi ulang,ada sekitar 70% pasien salpingitis gonokokal dapat menghasilkan antibodi dalam waktu singkat;hanya mengarah pada orang-orang yang memiliki antigen sama.

Faktor risiko—pasangan tidak melakukan pengobatan total terhadap penyakit

Carry Neisseria gonorrhoeae atau Chlamydia trachomatis,atau faktor patogen pasangan lain pria atau wanita yang terkena infeksi dan penyakit berulang,sementara ada sekitar 80%pasangan dari wanita yang menderita radang panggul tidak dilakukan pengobatan tuntas,tidak jelasnya gejala kondisi penyakit tidak berarti bahwa tidak ada infeksi lain seperti bakteri gonorrhea.

 

Faktor risiko Radang Panggul

 

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*