Faktor Resiko Kanker Serviks

Faktor Resiko Kanker Serviks

Faktor Resiko– Kanker serviks adalah penyakit yang berbahaya, sel kanker terbentuk dalam jaringan leher rahim. Leher rahim adalah bagian akhir,terletak rendah dan sempit (lubang, di organ berbentuk buah pir di mana janin tumbuh). Leher rahim mengarah dari rahim ke vagina (jalan lahir).

Faktor Resiko– Kanker serviks adalah salah satu jenis keganasan atau neoplasma yang lokasinya terletak di daerah serviks, daerah leher rahim atau mulut rahim

Kanker serviks biasanya berkembang perlahan seiring waktu. Faktor Resiko– Sebelum kanker muncul di leher rahim, sel-sel leher rahim mengalami perubahan yang dikenal sebagai displasia, di mana sel-sel yang tidak normal mulai muncul di jaringan serviks. Kemudian, sel kanker mulai tumbuh dan menyebar lebih dalam ke leher rahim dan daerah sekitarnya.

Faktor Resiko– Penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV).  Saat ini terdapat 138 jenis HPV  yang sudah dapat teridentifikasi yang 40 di antaranya dapat ditularkan lewat hubungan seksual. Faktor Resiko- Beberapa tipe HPV virus risiko rendah jarang menimbulkan kanker, sedangkan tipe yang  lain bersifat virus risiko tinggi. Faktor Resiko- Baik tipe risiko tinggi maupun tipe risiko  rendah dapat menyebabkan pertumbuhan abnormal pada sel tetapi pada  umumnya hanya HPV tipe risiko tinggi yang dapat memicu kanker.

Faktor Resiko Kanker Serviks

Faktor Resiko Kanker Serviks

Faktor Resiko Kanker Serviks :

  1. Faktor Resiko- Usia > 35 tahun mempunyai risiko tinggi terhadap kanker leher rahim.  Semakin tua usia  seseorang, maka semakin meningkat risiko terjadinya kanker laher rahim.
  2. Faktor Resiko- Usia pertama kali menikah. Menikah pada usia kurang 20 tahun dianggap terlalu muda untuk  melakukan hubungan seksual dan berisiko terkena kanker leher rahim 10-12 kali lebih besar daripada mereka yang menikah pada usia > 20 tahun.
  3. Faktor Resiko- Wanita dengan aktivitas seksual yang tinggi, dan sering berganti-ganti pasangan.  Berganti-ganti pasangan akan memungkinkan tertularnya penyakit kelamin, salah satunya  Human Papilloma Virus (HPV).   Virus ini akan mengubah sel-sel di permukaan mukosa hingga membelah menjadi lebih banyak sehingga tidak terkendali sehingga menjadi kanker.
  4. Faktor Resiko– Penggunaan antiseptik.  Kebiasaan pencucian vagina dengan menggunakan obat-obatan  antiseptik maupun deodoran akan mengakibatkan iritasi di serviks yang merangsang terjadinya kanker.
  5. Faktor Resiko- Wanita yang merokok.  Wanita perokok memiliki risiko 2 kali lebih besar terkena kanker  serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok.  Penelitian menunjukkan, lendir serviks pada wanita  perokok mengandung nikotin dan zat-zat lainnya yang ada di dalam rokok.  Zat-zat tersebut akan menurunkan daya tahan serviks di samping meropakan ko-karsinogen infeksi virus.  Nikotin, mempermudah semua selaput lendir sel-sel tubuh bereaksi atau menjadi terangsang, baik pada mukosa tenggorokan,  paru-paru maupun serviks.  Namun tidak diketahui dengan pasti berapa banyak jumlah nikotin yang dikonsumsi yang bisa menjadi penyebab kanker serviks ini.
  6. Faktor Resiko- Riwayat penyakit kelamin seperti kutil genitalia.  Wanita yang terkena penyakit akibat hubungan seksual berisiko terkena virus HPV, karena virus HPV diduga sebagai penyebab utama terjadinya kanker leher rahim sehingga wanita yang mempunyai riwayat penyakit kelamin berisiko terkena kanker leher rahim.
  7. Faktor Resiko- Paritas (jumlah kelahiran).  Semakin tinggi risiko pada wanita dengan banyak anak, apalagi dengan jarak persalinan yang terlalu pendek. Dari berbagai literatur yang ada, seorang perempuan yang sering melahirkan (banyak anak) termasuk golongan risiko tinggi untuk terkena penyakit kanker leher rahim.  Dengan seringnya seorang ibu melahirkan, maka akan berdampak pada seringnya terjadi perlukaan di organ reproduksinya yang akhirnya dampak dari luka tersebut akan memudahkan timbulnya  Human  Papilloma Virus  (HPV) sebagai penyebab terjadinya penyakit kanker leher rahim.
  8. Faktor Resiko- Penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka waktu lama.  Penggunaan kontrasepsi oral yang dipakai dalam jangka lama yaitu lebih dari 4 tahun dapat meningkatkan risiko kanker leher rahim 1,5-2,5 kali.  Kontrasepsi oral mungkin dapat meningkatkan risiko kanker leher rahim karena jaringan leher rahim merupakan salah satu sasaran yang disukai oleh hormon steroid perempuan.

 

 

Faktor Resiko Kanker Serviks

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*