Bahaya Kanker Serviks – Cari Tahu dari Sekarang

Bahaya Kanker Serviks – Cari Tahu dari Sekarang

Bahaya Kanker Serviks– Meskipun kejadian kanker serviks masih belum dapat dihilangkan, angka kejadiannya dapat ditekan dengan melakukan berbagai pemeriksaan untuk mendeteksi dini kanker serviks. Secara umum, kanker serviks dapat dideteksi dengan mengetahui perubahan kondisi pada daerah serviks melalui pemeriksaan sitologi menggunakan IVA (Inspeksi Visual Asetat) dan Pap smear. Bahaya Kanker Serviks– Kapan hal tersebut perlu dilakukan oleh seorang wanita? Menurut panduan yang dikeluarkan oleh Persatuan Ahli Kebidanan dan Kandungan di Amerika Serikat, setiap wanita seharusnya melakukan tes Pap smear untuk deteksi dini kanker serviks sejak 3 tahun pertama dimulainya aktivitas seksual.

Bahaya Kanker Serviks– Program pemeriksaan dini yang rutin juga dianjurkan untuk kanker serviks dan menurut WHO program tersebut setidaknya dilakukan satu kali pada wanita berusia sekitar 35-40 tahun.

Bahaya Kanker Serviks- Pada daerah dengan fasilitas tersedia, maka pemeriksaan ini harus dilakukan setiap 10 tahun pada wanita usia 35-55 tahun. Dan pada daerah dengan fasilitas yang tersedia berlebih, maka pemeriksaan dilakukan tiap 5 tahun sekali.

Bahaya Kanker Serviks– Namun, skrining yang ideal dan optimal adalah skrining yang dilakukan setiap 3 tahun pada wanita usia 25-60 tahun. Pemeriksaan ini dapat dihentikan pada usia 70 tahun pada wanita yang tidak memiliki abnormalitas pada hasil pemeriksaan tes Pap-nya.

Bahaya Kanker Serviks – Cari Tahu dari Sekarang

Bahaya Kanker Serviks – Cari Tahu dari Sekarang

Apa Saja Pemeriksaan yang Dapat Dilakukan untuk Mendeteksi Dini Kanker Serviks?

Bahaya Kanker Serviks- Tes Pap smear dapat mendeteksi sedini mungkin adanya sel abnormal sebelum berkembang menjadi lesi prakanker atau kanker serviks, terutama pada wanita dengan aktivitas seksual yang aktif ataupun yang telah divaksinasi. Bahaya Kanker Serviks- Pada dasarnya Pap smear ini mengambil sediaan dari epitel permukaan (sel pada permukaan/dinding) serviks yang mengelupas/eksfoliasi di mana epitel permukaan serviks selalu mengalami regenerasi dan digantikan oleh lapisan epitel di bawahnya. Epitel yang eksfoliasi ini merupakan gambaran keadaan epitel jaringan di bawahnya juga. Kemudian, sediaan ini diwarnai secara khusus dan dilihat di bawah mikroskop untuk dikenali lebih lanjut untuk dibedakan derajat lesi kankernya.

Tes ini memiliki tingkat sensitivitas 90% apabila dilakukan setiap tahun, 87% jika dilakukan setiap dua tahun, 78% setiap tiga tahun, dan 68% jika dilakukan setiap lima tahun sekali.

Bahaya Kanker Serviks– Tes lain untuk mendeteksi dini kanker serviks yaitu dengan melakukan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Gunanya adalah untuk melihat ada tidaknya sel yang mengalami displasia dengan melakukan tes visualisasi menggunakan larutan asam asetat 3-5% dan larutan iodium lugol yang dioleskan pada serviks untuk kemudian dilihat perubahan warna yang terjadi setelah dioleskan.

Bahaya Kanker Serviks- Dikatakan IVA positif jika ditemukan adanya area berwarna putih disertai dengan permukaan tinggi dengan batas yang jelas di sekitar zona peralihan di leher rahim.

Metode IVA dapat menjadi alternatif tes Pap smear yang mudah dan praktis dilakukan karena dapat dilakukan oleh bidan praktik swasta maupun di tempat-tempat terpencil serta hanya membutuhkan alat sederhana untuk pemeriksaan ginekologi dasar.

Bahaya Kanker Serviks- Metode lain yang lebih canggih adalah kolposkopi yang merupakan salah satu prosedur diagnostik keganasan serviks dengan menggunakan instrumen pada zona transisi di leher rahim dalam mengidentifikasi area abnormal pada serviks.

Bahaya Kanker Serviks- Biopsi dengan mengambil sedikit jaringan serviks yang dicurigai (berukuran 2-3 mm) juga menjadi salah satu prosedur yang dapat dilakukan untuk mendeteksi dini kanker serviks. Namun, tes jenis ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada pasien sehingga saat pemeriksaan pasien harus diberikan oral analgesik.

Bahaya Kanker Serviks- Remaja putri memerlukan vaksinasi , pemberian vaksinasi merupakan pencegahan awal untung menguat sistem pertahanan tubuh (antibodi) untuk dapat terhindar dari HPV. Sehingga remaja putri harus diberikan vaksin sebelum memasuki usia 21 tahun. Bahaya Kanker Serviks- Pemberian vaksinasi HPV tidak akan beresiko memberikan efek samping. Efek samping yang terjadi lumrah terjadi seperi pemberian vaksin pada umumnya yaitu nyeri pada area penyuntikan, kemerahan dan sedikit bengkak.

 

 Bahaya Kanker Serviks – Cari Tahu dari Sekarang

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*