Pencegahan Kanker Serviks Yang Harus Diketahui

Pencegahan Kanker Serviks Yang Harus Diketahui

 

Pencegahan Kanker Serviks – Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker yang terjadi di bagian leher rahim. Kanker ini disebabkann terutama oleh virus HPV (human papilloma virus) onkogenik. Di negara berkembang, infeksi HPV secara umum bertanggung jawab terhadap kasus kanker serviks. Kebanyakan penderita kanker serviks di Indonesia baru terdeteksi penyakitnya ketika sudah memasuki stadium lanjut (di atas 3b).

Pencegahan Kanker Serviks Yang Harus Diketahui

Dengan mengetahui beberapa penyebab dan gejala kanker serviks, Anda diharapkan lebih waspada terhadap penyakit ini. Anda bisa melakukan beberapa langkah pencegahan. Langkah pencegahan yang mudah bisa dimulai dengan cara berikut ini :

  1. Rutin melakukan pemeriksaan pap smear

Pap Smear merupakan salah satu cara terbaik sebagai lini pertahanan pertama untuk mencegah kanker serviks. Metode screening satu ini berfungsi untuk mendeteksi sel-sel dalam leher rahim yang berpotensi menjadi kanker nantinya.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear pertama kali pada usia 21 tahun, terlepas apakah Anda sudah pernah berhubungan seksual atau belum. Tapi, jika usia Anda sudah lebih dari 21 tahun, Anda belum terlambat untuk segera melakukan pemeriksaan ini.

Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin setiap tiga tahun sekali (tanpa disertai tes HPV), bagi Anda yang berusia 21-30 tahun. Sedangkan bagi Anda yang berusia lebih dari 30 tahun, Anda disarankan untuk melakukan pap smear (disertai dengan tes HPV) setiap lima tahun sekali. Lakukan pemeriksaan pap smear segera rutin untuk mengurangi risiko kanker serviks. Jangan lupa, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum Anda memutuskan melakukan pemeriksaan ini.

  1. Mendapatkan vaksinasi HPV

Cara lain yang tidak kalah penting untuk mencegah kanker serviks adalah melakukan vaksinasi HPV. Jika Anda wanita dan laki-laki berusia antara 9 sampai 26 tahun, Anda disarankan untuk mendapatkan vaksin ini.

Pada dasarnya vaksin HPV paling ideal diberikan pada mereka yang memang belum aktif secara seksual. Tapi, semua orang dewasa yang aktif secara seksual dan belum pernah mendapatkan vaksin ini sebelumnya, sebaiknya segera melakukan vaksinasi.

Wanita yang sudah aktif secara seksual harus melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksin HPV. Jika hasil pap smear normal, Anda boleh langsung mendapatkan vaksin HPV. Namun, jika pemeriksaan pap smear tidak normal, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melakukan diagnosis lebih lanjut.

Meski vaksin HPV bisa mengurangi risiko kanker serviks, tapi vaksin ini tidak menjamin Anda terlindung sepenuhnya dari penyakit kanker serviks. Anda tetap disarankan menjalani pola hidup sehat dan pap smear secara rutin meski sudah mendapatkan vaksinasi HPV.

  1. Hindari merokok

Anda bisa mengurangi kemungkinan terkena kanker serviks dengan tidak merokok. Tidak merokok adalah cara penting lainnya untuk mengurangi risiko kanker serviks. Pasalnya, racun rokok bersifat oksidatif sehingga bisa memicu sel kanker muncul dan bertambah ganas.

  1. Lakukan seks yang aman

Lebih dari 90 persen kanker serviks disebabkan karena terinfeksi virus HPV. Penyebaran virus ini terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman, maka gunakan kondom ketika berhubungan seksual untuk mengurangi risiko tertular HPV.

Selain itu, risiko tertular HPV juga meningkat apabila sering bergonta-ganti pasangan seksual. Wanita yang hanya memiliki satu pasangan pun bisa terinfeksi virus ini jika pasangannya memiliki banyak pasangan seksual lain.

  1. Menjaga kebersihan vagina

Selain melakukan pap smear untuk mencegah kanker serviks, Anda juga harus menjaga kebersihan vagina terutama saat menstruasi dan keputihan. Menggunakan cairan antiseptik kewanitaan yang mengandung povidone iodine mungkin bisa Anda lakukan untuk menjaga kebersihan vagina Anda, terutama ketika masa “red day” atau menstruasi.

  1. Hidup Sehat

Gaya hidup sehat akan jauh lebih baik dari pada hidup yang tidak teratur. Selain menjaga kesehatan, memiliki gaya hidup yang sehat akan terhindar dari beberapa penyakit yang akan menyerang tubuh, baik itu penyakit ringan maupun penyakit terberat sekalipun. Melakukan gaya hidup sehat sehari-hari dengan memakan makanan sehat kaya akan serat dan vitamin serta melakukan olahraga secara teratur akan dapat meningkatkan kekebalan pada tubuh dengan memenuhi nutrisi untuk tubuh dengan baik yang mengurangi resiko terserang dari segala penyakit. Tidak bisa di pungkiri bahwa cara mencegah kanker serviks yang cukup penting adalah menjaga kesehatan agar kondisi fisik tidak lemah.

  1. Tomat

Tomat yang berwarna merah, juicy dan sudah matang adalah salah satu makanan yang dapat memberikan efek pencegahan kanker. Di dalam buah tomat terkandung lycopene yang merupakan antioksidan kuat yang terkandung dalam tomat. Lycopene dapat menghambat sejumlah sel kanker untuk berkembang seperti pada kanker payudara, kanker paru, kanker rahim dan kanker leher rahim. Peneliti berspekulasi bahwa lycopene dapat menlindungi sel dari kerusakan dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Karena sistem kekebalan tubuh yang meniingkat akan melindungi tubuh dari virus HPV dan menghambat pertumbuhan sel yang abnormal.

Supaya anda mendapat keuntungan maksimal dari lycopene yang terkandung dalam tomat, maka anda dapat mengonsumsi tomat secara langsung tanpa di masak dengan dijus atau juga bisa mengonsumsi tomat yang sudah di masak. Namun, anda harus ingat bahwa zat lycopene yang terdapat dalam tomat yang sudah di masak dapat berkurang karena suhu panas saat memasak makanan akan menghancurkan dinding sel tanaman tomat. Akibatnya, zat lycopene banyak yang keluar dan rusak sebelum dikonsumsi. Namun, anda dapat mendapat banyak lycopene dari memakan buah-buahan seperti semangka, anggur ungu dan paprika merah.

Itulah beberapa cara pencegahan kanker serviks yang harus diketahui. Dengan melakukan semua cara pencegahan kanker serviks yang telah disebutkan, pasti Anda tidak akan kesulitan untuk mencegah penyakit berbahaya tersebut datang ke tubuh Anda. Cara tersebut juga sangat mudah untuk Anda lakukan dengan biaya yang murah. Semoga bermanfaat …

Pencegahan Kanker Serviks Yang Harus Diketahui

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Stadium Kanker Serviks

Stadium Kanker Serviks

 

Stadium Kanker Serviks – Kanker serviks telah menyerang sekitar 15.000 wanita Indonesia setiap tahunnya. Tak kurang dari 55% penderita meninggal karena kurangnya penanganan dan kesadaran. Penyakit yang menyerang organ vital wanita ini bagaikan pembunuh wanita nomor satu di Tanah Air. Human Papiloma Virus atau disingkat dengan HPV merupakan penyebab utama dari kanker serviks.

Stadium Kanker Serviks

Pencegahan sebenarnya bisa saja dilakukan dengan rutin melakukan papsmear test dan mendapatkan vaksin untuk memerangi HPV penyebab kanker serviks. Untuk dapat menambah wawasan Anda mengenai seberapa bahayanya jenis kanker yang satu ini, simaklah bahasan stadium kanker serviks :

Stadium 0

Pada tahap ini, sel kanker hanya ada di sel-sel pada permukaan terluar leher rahim. Sel kanker ini belum menyerang jaringan serviks yang lebih dalam. Stadium Kanker Serviks

Stadium I

Pada tahap ini, sel kanker telah menyerang serviks tapi tidak tumbuh di luar rahim. Sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening yang ada di dekatnya atau menyebar ke tempat yang lebih jauh. Stadium 1 dibagi lagi ke dalam beberapa kelompok, yaitu:

Stadium IA: Ini merupakan bentuk awal dari tahap 1. Sel kanker dalam jumlah kecil sudah menyerang serviks dan ini hanya bisa dilihat di bawah mikroskop. Stadium 1A dibagi lagi menjadi:

  • Stadium IA1: Sel kanker sudah menyerang jaringan serviks dengan kedalaman <3 mm dan mempunyai lebar <7 mm. Stadium Kanker Serviks
  • Stadium IA2: Sel kanker sudah ada di jaringan servik dengan kedalaman antara 3-5 mm dan lebar <7 mm. Stadium Kanker Serviks

Stadium IB: Sel kanker sudah bisa dilihat tanpa bantuan mikroskop. Ukuran sel kanker sudah lebih besar dibandingkan stadium 1A, tapi masih menyebar hanya di jaringan serviks. Stadium 1B dibagi menjadi:

  • Stadium IB1: Kanker sudah bisa dilihat dan mempunyai ukuran ≤4 cm
  • Stadium IB2: Ukuran sel kanker sudah lebih besar dari 4 cm

Stadium II

Pada tahap ini, kanker telah menyebar ke luar serviks dan rahim, tapi belum menyebar ke dinding panggul atau bagian bawah vagina. Sel kanker juga belum menyebar ke kelenjar getah bening terdekat atau ke bagian tubuh yang jauh lainnya. Stadium Kanker Serviks

Stadium IIA: Pada stadium ini, kanker belum menyebar ke jaringan yang ada di dekat serviks, tapi kanker mungkin sudah menyebar ke bagian atas vagina (belum keseluruhan vagina). Stadium ini dibagi lagi menjadi:

  • Stadium IIA1: Kanker dapat dilihat tapi masih tidak lebih besar dari 4 cm
  • Stadium IIA2: Kanker sudah lebih besar dari 4 cm

Stadium IIB: Kanker telah menyebar ke jaringan di sekitar serviks.

Stadium III

Kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina atau dinding panggul dan mungkin menghalangi saluran kencing. Namun, sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening terdekat atau ke bagian tubuh lain yang lebih jauh. Stadium ini dibagi menjadi:

Stadium IIIA: Kanker sudah menyebar ke sepertiga bagian bawah vagina tapi tidak mencapai dinding panggul. Stadium Kanker Serviks

Stadium IIIB: Ada dua kemungkinan kondisi pada stadium IIIB ini, yaitu:

  • Kanker sudah tumbuh mencapai dinding panggul dan/atau telah menghalangi satu atau kedua saluran kencing. Hal ini kemudian dapat menyebabkan masalah ginjal.
  • Kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar panggul tapi tidak sampai ke bagian tubuh yang jauh. Tumor pada stadium IIIB ini bisa dalam berbagai ukuran dan mungkin sudah menyebar ke bagian bawah vagina atau dinding panggul.

Stadium IV

Ini merupakan stadium akhir dari kanker serviks. Kanker tidak hanya menyerang serviks, tapi juga ke bagian terdekat serviks atau ke bagian tubuh lainnya yang bahkan jauh dari serviks. Stadium ini dibagi menjadi:

  • Stadium IVA: Sel kanker telah menyebar ke kandung kemih atau ke rektum, keduanya adalah organ terdekat dengan serviks. Namun, pada stadium ini sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening terdekat atau ke bagian tubuh lain.
  • Stadium IVB: Sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain yang jauh dari serviks, seperti sampai paru-paru atau hati. Stadium Kanker Serviks

Pencegahan Kanker Serviks

Belum terdapat cara untuk mencegah kanker serviks secara sempurna, namun beberapa cara berikut dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko mengalami kanker serviks:

  1. Skrining serviks atau pap smear

Pap smear adalah cara terbaik untuk mengidentifikasi perubahan pada sel-sel leher rahim tahap awal. Gejala kanker serviks stadium awal dapat terdeteksi dengan melihat apakah terdapat sel-sel abnormal di dalam leher rahim atau serviks. Dengan mendeteksi dan menghilangkan sel-sel serviks yang abnormal dapat mencegah kanker serviks. Pap smear disarankan bagi wanita berusia 25-49 tahun setiap 3 tahun sekali. Sedangkan untuk wanita berusia 50-64 setiap tahun sekali. Untuk wanita berusia di atas 65 tahun wajib melakukan pap smear jika sejak usia 50 tahun belum melakukan prosedur ini.

Selain pemeriksaan pap smear, pemeriksaan HPV atau yang disebut HPV DNA Test juga disarankan untuk mengetahui ada tidaknya virus HPV yang dapat menyebabkan kanker pada serviks. Pemeriksaan ini disarankan untuk dilakukan pada wanita berusia 30 tahun ke atas.

  1. Melakukan seks aman

Sebagian besar kanker serviks terkait dengan infeksi dari human papilloma virus (HPV) yang dapat menyebar melalui hubungan seks yang tidak aman. Misalnya berganti-ganti pasangan dan melakukan aktivitas seksual di usia dini. Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penyebaran infeksi virus ini. HPV juga dapat ditularkan melalui seks penetratif seperti adanya kontak kulit ke kulit di daerah genital atau menggunakan alat bantu seks secara bergantian.

  1. Vaksinasi kanker serviks

Meskipun vaksin HPV dapat mengurangi risiko kanker serviks, tetapi tidak menjamin Anda tidak akan mengalami kanker serviks. Anda tetap disarankan menjalani pap smear untuk mendeteksi kanker serviks. Vaksin ini disarankan diberikan pada perempuan usia 12-13 tahun dan diulangi setiap 6 bulan sebanyak 3 kali pemberian.

  1. Hindari rokok

Merokok dapat mengakibatkan Anda tidak dapat melawan infeksi HPV yang berpeluang berubah menjadi kanker dari dalam tubuh. Ketahui dan pelajari cara-cara untuk berhenti merokok dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Jangan menunggu hingga gejala kanker serviks stadium awal muncul, segera lakukan pap smear jika Anda merasa berisiko terinfeksi virus HPV. Jika muncul gejala lain yang terkait kesehatan rahim Anda, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter. Sekian artikel mengenai stadium kanker serviks. Semoga bermanfaat …

Stadium Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Kanker Serviks Stadium Awal dan Pencegahannya

Gejala Kanker Serviks Stadium Awal dan Pencegahannya

 

Gejala Kanker Serviks Stadium Awal – Kanker serviks atau leher rahim menjadi momok bagi kaum wanita. Di Indonesia kanker serviks menempati urutan pertama penyebab kematian akibat kanker pada wanita. Untuk itu kita perlu mengenali ciri-ciri, tanda, dan gejala awal k anker serviks, karena semakin awal terdeteksi dan terapi maka angka kesembuhannya akan lebih baik.

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel permukaan yang melapisi leher rahim (disebut juga mulut rahim) mulai berubah dan tumbuh abnormal. Seiring waktu, sel-sel abnormal dapat menjadi kanker atau dapat kembali normal. Untungnya kebanyakan wanita yang memiliki sel-sel abnormal tidak serte-merta berkembang menjadi kanker.

Gejala Kanker Serviks Stadium Awal dan Pencegahannya

Dalam perkembangannya sel-sel yang telah berubah menjadi kanker akan berkembangbiak, tentu ada perlawanan dari daya tahan tubuh kita. Namun jika sel-sel kanker yang menang, maka sel ganas akan berlanjut mengembangkan dirinya. Awalnya terbatas pada daerah lapisan permukaan serviks, lama kelamaan masuk ke lapisan yang lebih dalam, menyebar ke rahim, menyebar ke kelenjar getah bening, menyebar ke aliran darah, hingga bisa menyebar ke organ lainnya.

Melihat dari sejauh mana kanker berkembang, maka pada ilmuan memberikan derajat atau stadium kanker serviks, dimulai dari stadium 0, 1, 2, 3, dan terakhir stadium 4 (lanjut).

Lalu, apa saja gejala kanker serviks stadium awal yang bisa Anda ketahui?

  1. Keluar darah dari vagina

Bila Anda tiba-tiba mengeluarkan darah atau bercak darah dari vagina, padahal saat itu Anda sedang tidak dalam masa haid, maka bisa jadi hal tersebut merupakan gejala awal kanker serviks stadium 1. Biasanya, perdarahan ini terjadi setelah Anda berhubungan seksual.

  1. Panggul terasa sakit

Apakah Anda merasakan sakit atau nyeri di area panggul? Jika iya, jangan anggap remeh rasa sakit tersebut. Nyeri di area panggul ketika memasuki masa haid mungkin hal biasa. Tetapi, kalau Anda merasakannya ketika melakukan hubungan seks dengan pasangan, maka nyeri panggul yang Anda rasakan tidak normal dan bisa jadi gejala awal kanker serviks.

  1. Keputihan berlebih

Faktanya, keputihan adalah hal yang normal dan pasti dihasilkan vagina pada setiap wanita – kecuali bila mengalami suatu kondisi kesehatan tertentu. Namun, ada kalanya keputihan yang dikeluarkan miss V itu tidak normal dan menunjukkan suatu gangguan kesehatan. Waspadalah jika terdapat keputihan abnormal seperti berbau dan bernanah.

  1. Sulit buang air besar (BAB)

Bahkan perubahan jadwal BAB bisa jadi gejala suatu penyakit, termasuk kanker serviks. Perhatikan, apakah Anda belakangan ini menjadi sulit BAB. Pasalnya, kondisi ini mungkin saja menandakan kalau Anda mengalami kanker serviks. Bila kanker serviks sudah tumbuh cukup besar, benjolan kanker dapat menekan usus Anda dan membuat Anda sulit BAB.

Pencegahan Kanker Serviks

Belum terdapat cara untuk mencegah kanker serviks secara sempurna, namun beberapa cara berikut dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko mengalami kanker serviks:

  1. Skrining serviks atau pap smear

Pap smear adalah cara terbaik untuk mengidentifikasi perubahan pada sel-sel leher rahim tahap awal. Gejala kanker serviks stadium awal dapat terdeteksi dengan melihat apakah terdapat sel-sel abnormal di dalam leher rahim atau serviks. Dengan mendeteksi dan menghilangkan sel-sel serviks yang abnormal dapat mencegah kanker serviks. Pap smear disarankan bagi wanita berusia 25-49 tahun setiap 3 tahun sekali. Sedangkan untuk wanita berusia 50-64 setiap tahun sekali. Untuk wanita berusia di atas 65 tahun wajib melakukan pap smear jika sejak usia 50 tahun belum melakukan prosedur ini.

Selain pemeriksaan pap smear, pemeriksaan HPV atau yang disebut HPV DNA Test juga disarankan untuk mengetahui ada tidaknya virus HPV yang dapat menyebabkan kanker pada serviks. Pemeriksaan ini disarankan untuk dilakukan pada wanita berusia 30 tahun ke atas.

  1. Melakukan seks aman

Sebagian besar kanker serviks terkait dengan infeksi dari human papilloma virus (HPV) yang dapat menyebar melalui hubungan seks yang tidak aman. Misalnya berganti-ganti pasangan dan melakukan aktivitas seksual di usia dini. Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penyebaran infeksi virus ini. HPV juga dapat ditularkan melalui seks penetratif seperti adanya kontak kulit ke kulit di daerah genital atau menggunakan alat bantu seks secara bergantian.

  1. Vaksinasi kanker serviks

Meskipun vaksin HPV dapat mengurangi risiko kanker serviks, tetapi tidak menjamin Anda tidak akan mengalami kanker serviks. Anda tetap disarankan menjalani pap smear untuk mendeteksi kanker serviks. Vaksin ini disarankan diberikan pada perempuan usia 12-13 tahun dan diulangi setiap 6 bulan sebanyak 3 kali pemberian.

  1. Hindari rokok

Merokok dapat mengakibatkan Anda tidak dapat melawan infeksi HPV yang berpeluang berubah menjadi kanker dari dalam tubuh. Ketahui dan pelajari cara-cara untuk berhenti merokok dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Jangan menunggu hingga gejala kanker serviks stadium awal muncul, segera lakukan pap smear jika Anda merasa berisiko terinfeksi virus HPV. Jika muncul gejala lain yang terkait kesehatan rahim Anda, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter.

Pengobatan Kanker Serviks

Solusi yang paling tepat untuk mengobati gejala awal kanker mulut rahim adalah dengan mengambil pengobatan alternatif yaitu dengan mengkonsumsi obat Anti Kanker S.Lutena. S.Lutena terbukti efektif dalam mengobati berbagai macam jenis penyakit terutama untuk leukimia.

S Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

*Disclaimer: Hasil yang diperoleh setiap individu bisa berbeda karena berbagai faktor.

Info Pemesanan KLIK DI BAWAH INI !!

Gejala Kanker Serviks Stadium Awal dan Pencegahannya

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Serviks Stadium 4 Bisa Sembuh

Kanker Serviks Stadium 4 Bisa Sembuh

 

Kanker Serviks Stadium 4 Bisa Sembuh – Kanker Serviks Stadium 4 adalah fase tertinggi pada Kanker Serviks. Yaitu sudah memasuki tahap stadium lanjut dan beresiko tinggi pada kematian.

Salah satu sebab tingginya kematian pada kasus kanker serviks adalah terlambatnya proses pemeriksaan kanker. Pada umumnya, penderita yang sudah memasuki tahap ini akan melakukan kemoterapi.  Namun kemoterapi memiliki efek samping dalam prosesnya, yaitu penurunan performa tubuh.

Kanker Serviks Stadium 4 Bisa Sembuh

Kanker Serviks Stadium 4 Bisa Sembuh

Oleh karena itu sangat disarankan imbangi dengan konsumsi suplement atau herbal alami dalam proses Kemoterapi. Supaya penderita tidak mengalami penurunan performa tubuh yang signifikan. Salah satu sebab tingginya kematian pada kasus kanker serviks adalah terlambatnya proses pemeriksaan kanker. Kanker Serviks Stadium 4

Di beberapa negara maju seperti Amerika, Inggris dan Eropa kanker serviks lebih cepat ditangani karena ditemukan dalam fase awal. Sementara di negara berkembang termasuk Indonesia pemeriksaan kanker serviks belum dipahami oleh masyarakat.

Fase Kanker Serviks Stadium 4

Pada fase Kanker Serviks Stadium 4 Sel kanker telah menyebar ke berbagai organ lain dalam tubuh, bahkan diluar bagian leher rahim.

Di stadium ini pun Kanker Serviks di bagi dalam 2 kategori yaitu:

  • Kanker Serviks Stadium 4A, dimana Sel Kanker sudah menyebar ke bagian kandung kemih hingga rektum.
  • Kanker Serviks Stadium 4B, dimana Sel Kanker sudah menyebar ke organ lain. Misalnya paru-paru.

Gejala Kanker Serviks Stadium 4

Seperti anda ketahui sebelumnya, bahwa wanita seringkali tidak sadar bahwa dirinya telah menderita kanker serviks. Karena memang kanker serviks hampir tidak mempunyai gejala khusus. Hingga akhirnya baru diketahui setelah memasuki Kanker Serviks Stadium 4 atau Stadium Akhir.

Untuk menambah kewaspadaan anda, dibawah ini ada beberapa gejala yang umumnya terjadi pada penderita kanker serviks stadium 4 :

  • Terjadinya pendarahan hebat meskipun tidak pada masa menstruasi dan menjelang atau sesudah masuk tahap menopouse.
  • Rasa sakit pada tulang, otot dan panggul bagian bawah
  • Sakit berlebihan pada saatbuang air kecil maupun buang air besar bahkan disertai pendarahan.
  • Gangguan nafsu makan, lalah dan badan menjadi lemah.
  • Mengalami penurunan berat badan yang drastis dalam waktu cepat.
  • Kanker bisa menyebar ke bagian otot, sehingga seluruh badan akan terasa sakit.

Tetap wasapada bagaimanapun yang terjadi. Tetap berpikir positif, kurangi tingkat stress. Karena dengan “positif mind” akan sangat membantu proses penyembuhan Kanker Serviks Stadium 4. Jika Hal ini terjadi pada keluarga atau kerabat dekat, dukung dengan sepenuh hati perjuangan mereka. Karena dengan “positif mind” akan sangat membantu proses penyembuhan Kanker Serviks Stadium 4.

Apakah kanker serviks stadium 4 bisa sembuh ?

Kanker serviks stadium 4 bisa sembuh dengan mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi. Kanker Serviks Stadium 4

Super Lutein Naturally Plus (S.Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Secara umum, S Lutena memiliki manfaat sebagai anti aging (anti penuaan) bagi tubuh. Yakni; Anti Aging Mata, Anti Aging Otak, Anti Aging Kulit, Anti Aging Imunitas, Anti Aging Metabolisme, dan Anti Aging Organ Keseluruhan. Konsumsi 3 kapsul Super Lutein setara dengan 5 porsi sayuran dan 4 porsi buah-buahan dengan 6 macam warna. Dua puluh (20) menit setelah konsumsi, Super Lutein akan diserap oleh pencernaan, dan dalam waktu empat puluh (40) menit diserap oleh mata. Oleh karenanya, setelah konsumsi Super Lutein pandangan mata akan lebih cerah dan terang.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam Super Lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S Lutena juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Super Lutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari. Kanker Serviks Stadium 4

S-Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S.Lutena termasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA. Kanker Serviks Stadium 4

S.Lutena Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Kanker Serviks Stadium 4 Bisa Sembuh

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Kanker Serviks Stadium Awal

Pencegahan Kanker Serviks Stadium Awal

 

Pencegahan Kanker Serviks Stadium Awal – Kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian wanita tertinggi di Indonesia. Bahaya kanker serviks menjadi sangat fatal karena pada umumnya wanita di Indonesia masih enggan untuk melakukan pemeriksaan. Selain itu banyak orang yang tidak paham mengenai kanker serviks.

Kanker serviks bisa menyerang semua wanita di dunia. Pada dasarnya kanker serviks bisa menyerang wanita yang sudah masuk dalam tahap menopause, wanita yang berumur dibawah 35 tahun dan wanita dewasa yang sudah menikah.

Pencegahan Kanker Serviks Stadium Awal

Penyebab kanker serviks adalah sebuah virus yang bernama HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini menjadi virus yang sangat umum pada manusia, namun ada yang bisa hilang sendiri dan ada juga yang bisa menyebabkan kanker. Tipe umum HPV yang menyebabkan potensi besar kanker serviks adalah HPV nomor 16 dan 18. Meskipun ada lebih dari 20 jenis HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks namun tidak semua HPV menyebabkan kanker. Kontak melalui hubungan suami istri menjadi salah satu penyebab terbesar infeksi HPV pada wanita. Karena itu wanita yang sudah menikah harus lebih waspada terhadap resiko kanker serviks.

Pencegahan Kanker Serviks Stadium Awal

Agar tidak terjangkit penyakit ini lebih baik melakukan pencegahan. Ada banyak sekali cara mencegah kanker serviks yang dapat Anda lakukan. Berikut beberapa cara pencegahan kanker serviks stadium awal :

  1. Vaksinasi HPV

Di manapun anda berada saat ini, vaksinasi HPV adalah salah satu profilaktif kanker leher rahim yang paling efektif dan sudah terpercaya. Bahkan, baru – baru ini vaksin HPV dimasukin sebagai vaksin wajib oleh kementrian Indonesia. Kedepannya vaksin ini mungkin akan disubsidi pemerintah atau akan digratiskan agar semua wanita Indonesia mendapat kekebalan ini. Pencegahan Kanker Serviks Secara Alami

Vaksin HPV di berikan dalam tiga dosis terpisah biasanya pada bulan 0,1, dan 6 bulan. Usia paling dini untuk diberikan vaksin ini adalah usia 11 tahun atau 12 tahun. Vaksin HPV paling lambat diberikan pada saat usia 26 tahun sebagai vaksin catch up. Vaksin HPV juga dapat diberikan pada pria seperti pria yang gay dan homoseksual.

  1. Gaya hidup

Gaya hidup yang umum telah dipertimbangkan memiliki hubungan yang lemah terhadap kanker leher rahim. Gaya hidup tersebut adalah makanan yang tidak mengandung tinggi serat seperti buah dan sayur- sayuran. Tanda- tandanya adalah didapatkan berat badan yang berlebih.

Selain itu, wanita yang memiliki kebiasaan merokok memiliki risiko dua kali lebih besar menderita kanker leher rahim dibandingkan wanita yang bukan perokok. Berdasarkan penelitian, bahan kimia yang menyebabkan kanker serta tembakau dari rokok ditemukan berada pada mukosa leher rahim atau serviks.

  1. Tomat

Tomat yang berwarna merah, juicy dan sudah matang adalah salah satu makanan yang dapat memberikan efek pencegahan kanker. Di dalam buah tomat terkandung lycopene yang merupakan antioksidan kuat yang terkandung dalam tomat. Lycopene dapat menghambat sejumlah sel kanker untuk berkembang seperti pada kanker payudara, kanker paru, kanker rahim dan kanker leher rahim. Peneliti berspekulasi bahwa lycopene dapat menlindungi sel dari kerusakan dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Karena sistem kekebalan tubuh yang meniingkat akan melindungi tubuh dari virus HPV dan menghambat pertumbuhan sel yang abnormal.

Supaya anda mendapat keuntungan maksimal dari lycopene yang terkandung dalam tomal maka anda dapat mengonsumsi tomat secara langsung tanpa di masak dengan dijus atau juga bisa mengonsumsi tomat yang sudah di masak. namun, anda harus ingat bahwa zat lycopene yang terdapat dalam tomat yang sudah di masak dapat berkurang karena suhu panas saat memasak makanan akan menghancurkan dinding sel tanaman tomat. Akibatnya zat lycopene banyak yang keluar dan rusak sebelum dikonsumsi. Namun, anda dapat mendapat banyak lycopene dari memakan bua- buahan seperti semangka, anggur ungu dan paprika merah.

  1. Hindari menikah diusia kurang dari 18 tahun untuk wanita

Pada wanita yang baru menginjak usia 18 tahun ke bawah, sangat tidak disarankan melakukan hubungan seksual. Hal ini disebabkan karena organ reproduksi pada umur itu belum cukup matang untuk melakukan hubungan seksual. Sehingga pada usai itu dan sudah melakukan hubungan seksual dapat mengalami infeksi virus HPV yang merupakan penyebab utama dari kanker serviks. Selain itu, pada sebuah penelitan yang meneliti wanita hamil kurang dari 18 tahun memiliki rsiko menderita kanker serviks dua kali lebih besar dibandingkan wanita yang menunggu untuk hamil saat usia sudah mencapai 25 tahun.

  1. Hindari berganti- ganti pasangan seksual atau menikah lebih dari satu kali

Berganti-ganti pasangan seksual dapat meningkatkan risiko infeksi menula seksual seperti chlamidia, sifilis, dan HIV-AIDS. Infeksi menular seksual akan menyebabkanm mukosa leher rahim mengalami iritasi dan rusak sehingga mudah untuk terinfeksi virus HPV. Seorang wanita yang memiliki lebih dari satu pasanga nseksual memiliki risiko menderita kanker serviks lebih tinggi daripada wanita yang memiliki satu pasangan.

  1. Hindari Rokok

Berbagai zat yang terkandung dalam rokok dan tembakau dapat ditemukan pada mukosa atau lapisan selaput lendir kanker leher rahim atau kankker serviks. Substansi rokok dapat menyebabkan kanker leher rahim dengan merusak mater iDNA dalam sel leher rahim. Karena itu wanita yang merokok memiliki risiko yang lebih tinggi menderita kanker serviks daripada yang tidak.

  1. Batasi penggunaan kontrasepsi oral

Risiko seorang wanita menderita kanker serviks dan menggunakan kontrasepsi oral meningkat dibandingkan wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi oral. Namun, saat wanita tersebut menghentikan penggunaaan kontrasepsi, risiko menderita kanker serviks menjadi normal kembali. Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral selama 5 tahun memiliki peningktan risiko kanker serviks namun setelah 10 tahun penghentian kontrasepsi oral, risikonya kembali seperti orang normal.

Olahraga rutin juga harus Anda lakukan karena dengan olahraga yang rutin akan membuat metabolisme tubuh menjadi lancar. Orang yang memiliki metabolisme tubuh yang baik akan sehat dan sel kanker sulit berkembang pada tubuhnya. Olahraga yang Anda lakukan tidak harus jenis olahraga yang berat.

Anda cukup melakukan olahraga yang ringan seperti joging dan juga push up. Dengan melakukan semua cara pencegahan kanker serviks secara alami yang telah disebutkan, pasti Anda tidak akan kesulitan untuk mencegah penyakit berbahaya tersebut datang ke tubuh Anda. Cara tersebut juga sangat mudah untuk Anda lakukan dengan biaya yang murah. Itulah beberapa cara pencegahan kanker serviks stadium awal. Semoga bermanfaat …

Pencegahan Kanker Serviks Stadium Awal

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Pantangan Kanker Serviks

Pantangan Kanker Serviks

 

Pantangan Kanker Serviks – Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Meski terjadi pendarahan, belum berarti Anda menderita kanker serviks. Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan.

Pantangan Kanker Serviks

Pantangan Kanker Serviks

Kanker serviks termasuk penyakit yang sering menyerang kaum wanita dan sama berbahayanya dengan kanker payudara. Penyakit ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti merokok, hubungan seks bebas, penggunaan obat-obatan tertentu dan berbagai penyebab lainnya. Pada tahap awal  mungkin penyakit ini tidak menimbulkan gejala apapun, namun saat sudah semakin parah baru bisa dirasakan dengan jelas. Karena itu kebanyakan penderita kanker serviks tidak dapat disembuhkan karena terlambat didiagnosis dan mendapat pengobatan.

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin. Ada banyak jenis HPV yang sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tapi ada beberapa jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menjadi penyebab munculnya kanker serviks.

Dari banyaknya jenis HPV, ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks. Banyak wanita tidak menyadari telah terinfeksi, karena HPV jenis ini tidak menimbulkan gejala. Penting untuk menyadari bahwa infeksi ini sering terjadi, meski banyak wanita yang terinfeksi tidak mengalami kanker.

Kondom bisa melindungi Anda dari HPV saat berhubungan seks, tapi tidak selalu sempurna dalam mencegah terjadinya infeksi. Saat terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh wanita mencegah virus untuk melukai rahim, tapi pada sebagian wanita, virus HPV bisa bertahan selama bertahun-tahun. Hal ini mengakibatkan sel-sel yang berada di permukaan leher rahim berubah menjadi sel kanker.

Vaksin untuk mencegah infeksi HPV yang berisiko menyebabkan kanker sudah tersedia. Vaksinasi HPV yang saat ini ada adalah vaksin bivalen untuk HPV 16 dan 18; vaksin kuadrivalen untuk HPV 6, 11, 16 dan 18; atau vaksin nonavalen untuk 9 jenis HPV yaitu 4 jenis ditambah 31,33, 45, 52, dan 58.

Sebagai penderita kanker serviks, tentu harus selalu mementingkan kesehatannya dan melakukan apa yang disarankan agar dapat sembuh. Selain itu ada beberapa jenis pantangan kanker serviks yang seharusnya dihindari oleh penderita kanker serviks agar penyakitnya tidak bertambah parah atau kembali kambuh jika memang sudah sembuh. Makanan yang harus dihindari penderita kanker serviks tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Minuman berkarbonasi

Minuman berkarbonasi ini memiliki kandungan gula yang tinggi dan bersifat karsinogen. Sehingga, jika anda mengkonsumsi jenis minuman ini, akan membuat kanker semakin parah dan dapat menyebabkan diabetes.

  1. Alkohol

Bir Arak, cocktail dan yang lainnya merupakan jenis minuman yang dilarang untuk dikonsumsi penderita kanker serviks. Karena, alkohol akan merangsang perkembangan sel kanker didalam tubuh, alkohol juga akan merusak saraf dan organ tubuh. Jadi, semua makanan ataupun minuman yang mengandung alkohol harus anda hindari.

  1. Daging

Baik daging sapi maupun unggas sebaiknya dihindari baik bagi orang yang sehat maupun yang sudah mengalami kanker serviks. Daging sapi dan juga jenis daging lainnya mengandung banyak lemak jenuh sehingga tidak baik bagi tubuh. Selain itu daging unggas kebanyakan telah disuntik hormon agar cepat besar. Hormon tersebut jika masuk ke dalam tubuh manusia akan menyebabkan pertumbuhan sel yang abnormal sehingga muncullah kanker serviks.

  1. Popcorn yang dimasak menggunakan microwave

Microwave meliki lapisan bahan kimia yang berguna untuk membuat makanan terjaga kesegarannya. Popcorn juga mengandung bahan kimia yang dapat merusak paru-paru dan memicu kanker. Selain itu, popcorn juga memiliki kandungan lenmak yang cukup tinggi.

  1. Makanan yang diolah dengan cara digoreng

Makanan yang diolah dengan cara digoreng menggunakan minyak yang sudah dipakai secara berulang-ulang dapat memperburuk gejala kanker serviks. Margarine dan minyak goreng mengandung lemak trans yang memiliki sifat karsinogen.

  1. Makanan yang diolah dengan cara dibakar atau dipanggang

Steak dan sate merupakan salah satu hidangan yang menggoda selera karena rasanya sangat lezat. Namun jenis makanan yang digoreng atau dipanggang harus dihindari, karena bersifat karsinogen sehinggga dapat meningkatkan perkembangan sel-sel kanker.

  1. Makanan yang mengandung pengawet

Makanan kaleng, ikan asin, mie instant, makanan dan jus dalam kemasan merupakan hal yang harus dihindari. Karena terdapat zat kimia yang dapat memperparah kondisi kanker. Sebaiknya anda mengkonsumsi

  1. Gula halus

Donat bolu, dan aneka kue lainnya mengandung gula halus. Gula halus dapat menyebabkan peningkatan kadar insulin didalam tubuh dan bisa memicu pertumbuhan sel-sel kanker. Selain itu, gula juga mengandung kalori yang tinggi sehingga dapat menyebabkan diabetes.

  1. Jenis sayuran tertentu

Tauge memiliki kandungan zat yang dapat memicu terbentuknya kanker. Selain itu, kangkung dan sawi putih juga bisa mengurangi kinerja obat. Walaupun termasuk kedalam jenis sayuran, jenis sayuran tersebut harus dihindari.

  1. Jenis buah-buahan tertentu

Durian, Nanass dan anggur mengandung alkohol. Sehingga dapat merangsang pertumbuhan sel-sel kanker. Sedangkan Nangka dan lengkeng mengandung zat yang dapat meningkatkan aktifitas kanker.

  1. Seafood

Semua orang pasti suka seafood, namun demi kesehatan sebaiknya hindari jenis makanan tersebut. Seafood memang kaya akan nutrisi namun juga mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Ditambah lagi seafood lebih banyak mengandung natrium dibandingkan ikan sehingga sebaiknya dihindari oleh penderita kanker serviks.

Itulah beberapa jenis pantangan kanker serviks yang harus dihindari penderita kanker serviks dan semuanya hampir sama dengan makanan yang dilarang penderita kanker payudara. Jika kita bisa menghindarinya tentu kesehatan tubuh akan tetap terjaga dan penderita kanker serviks dapat segera sembuh. Semoga bermanfaat

Pantangan Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Jenis Makanan Pemicu Kanker Serviks

Jenis Makanan Pemicu Kanker Serviks

 

Jenis Makanan Pemicu Kanker Serviks – Kanker serviks adalah kanker yang terjadi saat ada sel-sel di leher rahim alias serviks yang tidak normal, dan berkembang terus dengan tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi penyebab kanker serviks.

Jenis Makanan Pemicu Kanker Serviks

Leher rahim sendiri adalah organ yang berbentuk seperti tabung silinder. Fungsinya yaitu menghubungkan vagina dengan rahim. Kanker ini adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia. Namun, tes pap smear yang rutin dapat membantu mengetahui adanya kanker serviks secara dini.

Kanker serviks sering kali masih bisa disembuhkan jika ditemui sejak awal. Selain itu, ada beberapa metode untuk mengendalikan risiko kanker serviks, yang membuat angka kasus kanker serviks menurun.

Jenis Makanan Pemicu Kanker Serviks

Menurut beberapa penelitian didapatkan bahwa terdapat keterkaitan antara makanan yang seseorang konsumsi dengan penyakit kanker. Beberapa dari jenis makanan tersebut secara langsung maupun tidak langsung telah menjadi pemicu (trigger) terjadinya penyakit kanker. Makanan Penyebab Kanker Serviks

Hal tersebut dikuatkan oleh Dr. Grace Judio Kahl, seorang ahli kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Beliau yang mengungkapkan bahwasannya terdapat banyak sekali hal-hal yang bisa memicu timbulnya kanker, dan salah satunya yaitu berasal dari makanan yang tidak sehat.

Berikut ini adalah jenis makanan pemicu kanker serviks dan penyakit kanker lainnya, antara lain :

  1. Makanan Berlemak

Makanan yang mengandung banyak lemak termasuk salah satu jenis makanan pemicu kanker serviks. Wanita yang sering makan makanan yang banyak mengandung lemak mempunyai resiko terkena kanker serviks pada wanita lebih besar dibandingkan dengan yang jarang makan makanan yang mengandung lemak. Hal ini dikarenakan di dalam makanan berlemak, lemaknya ini mampu memproduksi suatu hormon yang disebut dengan hormon estrogen. Apabila seorang wanita seringkali mengkonsumsi makanan berlemak, maka lemaknya ini akan memproduksi hormon estrogen kemudian pada rahim seorang wanita yang sering kali mendapatkan hormon estrogen dalam jumlah berlebih maka akan memicu pertumbuhan sel kanker. Makanan Penyebab Kanker Serviks

Kandungan lemak pada suatu jenis makanan banyak ditemukan pada jenis makanan yang digoreng seperti gorengan, keripik, dan juga berbagai jenis gorengan yang lain. Jenis makanan yang digoreng ini akan menjadi sangat menakutkan sebagai pemicu kanker serviks apabila digorengnya menggunakan minyak jelantah (minyak bekas). Dengan seringkali mengkonsumsi makan yang berlemak juga akan dapat membuat badan kita menjadi gemuk yang mana akan menyebabkan kita menjadi kesulitan dalam melakukan kegiatan olah raga. Keadaan inilah yang juga akan menyebabkan sel kanker berubah semakin besar. Makanan Penyebab Kanker Serviks

Oleh karenanya, sebaiknya anda termasuk kita semua harus banyak-banyak mengkonsumsi makanan yang berserat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang mana sangat berguna untuk mencegah terjadinya kanker serviks.

  1. Makanan dan Minuman Beralkohol

Pada dasarnya mengkonsumsi makanan dan minuman beralkohol secara berlebihan jelas sangat tidak dianjurkan untuk kita jika kita menginginkan tubuh yang sehat dan terjaga dari berbagai macam penyakit. Kenapa makanan maupun minuman beralkohol dapat memicu terjadinya kanker serviks, hal ini dikarenakan kandungan alkohol yang terdapat pada suatu makanan atupun minuman membuat sel kanker menempel pada dinding rahim yang mengakibatkan terjadinya kanker serviks.

Makanan yang mengandung alkohol contohnya adalah seperti tape, cake yang mengandung alkohol (diolah menggunakan campuran rhum, tape, wine, dan lain-lain), dan lain-lain. Sedangkan minuman yang mengandung alkohol contohnya adalah seperti minuman keras, rhum, wine, dan lain-lain.

Oleh karenanya bagi anda kaum wanita ataupun pria sebaiknya kurangilah jika perlu berhentilah dalam mengkonsumsi makanan maupun minum yang mengandung alkohol. Karena bagaimanapun juga alkohol tersebut tidak baik untuk tubuh.

  1. Makanan dengan Bahan Campuran Kimia

Di zaman yang serba maju teknologinya seperti saat ini, rasanya akan sangat sulit sekali menemukan makanan yang terbebas dari campuran bahan-bahan kimia. Makanan dan minuman yang beredar dan dijual bebas di pasaran saat ini paling tidak sedikitnya sudah mengandung suatu jenis zat kimia seperti bahan pengawet, pewarna buatan, dan juga pemanis buatan. Oleh karenanya anda harus menghindari makanan dengan bumbu penyedap, makanan instan, makanan kaleng, dan juga daging dalam makanan siap saji karena jenis-jenis makanan tersebut dapat memicu terjadinya kanker serviks.

Mengapa ?  Karena pada makanan yang mengandung berbagai macam bahan-bahan kimia dapat menimbulkan terjadinya penyakit, termasuk juga dapat memicu terjadinya kanker serviks.

  1. Makanan yang Diolah dengan Dibakar atau Dipanggang

Makanan yang diolah dengan cara dibakar atau dipanggang dapat menjadi pemicu timbulnya kanker serviks. Mengapa jenis makanan tersebut menjadi makanan penyebab kanker serviks ? Penyebabnya adalah karena pada arang yang digunakan untuk membakar atau memanggangan bahan makanan, mengandung karbon. Yang mana karbon digolongkan sebagai zat karsinogenik atau zat pemicu terjadinya kanker.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr. Djoko Agus Purwanto, Apt mengungkapkan bahwa “Dalam kandungan daging terdapat berbagai macam zat yang berguna bagi tubuh salah satunya protein. Tapi jika daging tersebut dibakar, muncul dua jenis senyawa penyebab kanker yang terbentuk selama proses pembakaran makanan. Sebab, senyawa dari protein tersebut terbentuk setelah bertemu dengan atom karbon dari arang, Dua senyawa itu adalah Hidrokarbon Polisiklik Aromatik (PAH) dan Amino Heterosiklik (HCA)”

Itulah beberapa jenis makanan pemicu kanker serviks, hindari jenis makanan tersebut agar terhindar dari penyakit kanker serviks. Semoga bermanfaat …

Jenis Makanan Pemicu Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Ciri-Ciri Kanker Serviks Dan Pencegahannya

Ciri-Ciri Kanker Serviks Dan Pencegahannya

 

Ciri-Ciri Kanker Serviks Dan Pencegahannya – Kanker serviks adalah kanker yang terjadi saat ada sel-sel di leher rahim alias serviks yang tidak normal, dan berkembang terus dengan tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi penyebab kanker serviks.

Ciri-Ciri Kanker Serviks Dan Pencegahannya

Ciri-Ciri Kanker Serviks Dan Pencegahannya

Leher rahim sendiri adalah organ yang berbentuk seperti tabung silinder. Fungsinya yaitu menghubungkan vagina dengan rahim. Kanker ini adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia. Namun, tes pap smear yang rutin dapat membantu mengetahui adanya kanker serviks secara dini.

Kanker serviks sering kali masih bisa disembuhkan jika ditemui sejak awal. Selain itu, ada beberapa metode untuk mengendalikan risiko kanker serviks, yang membuat angka kasus kanker serviks menurun.

Ciri-Ciri Kanker Serviks Pada Wanita

Berikut ciri-ciri kanker serviks pada wanita, antara lain :

  1. Keputihan Parah

Ciri-ciri kanker serviks pada wanita lainnya adalah terjadinya keputihan yang cukup parah. Hal ini tentu saja berbeda bagi tiap wanita. Beberapa bisa mengalami keputihan yang berbau tak sedap, tebal, atau sangat berlendir. Jika Anda mendapati keputihan yang tak biasa sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan.

  1. Pendarahan Tak Normal

Wanita yang memiliki kanker serviks biasanya mengalami pendarahan yang tak normal pada bagian vagina. Dalam sebulan, pendarahan bisa jadi parah atau hanya sedikit.

  1. Nyeri Saat Buang Air Kecil

Merasa sakit dan nyeri saat buang air kecil bisa dirasakan penderita kanker serviks stadium lanjut. Hal ini biasa terjadi jika kanker serviks telah menyebar ke kandung kemih.

  1. Nyeri Panggul

Seseorang bisa saja mengalami nyeri panggul saat mengalami menstruasi. Hal ini normal. Namun Anda harus waspada jika nyeri panggul terjadi di saat-saat lainnya. Wanita yang memiliki kanker serviks biasa mengalami nyeri panggul selama berjam-jam. Rasa sakit sakit bisa berupa nyeri yang tajam, ringan, atau sangat parah.

  1. Pembengkakan Pada Kaki

Salah satu aktivitas virus HPV yang terlihat secara fisik adalah dengan terjadinya pembengkakan pada area seputar kaki.

  1. Pendarahan Saat Tidak Menstruasi, Setelah Seks, Atau Saat Pemeriksaan Panggul

Terjadinya pendarahan saat berhubungan seks atau pemeriksaan panggul adalah salah satu ciri-ciri kanker serviks pada wanita. Hal ini disebabkan oleh iritasi pada leher rahim selama beraktivitas. Meski begitu, ada banyak hal yang bisa menyebabkan pendarahan setelah aktivitas atau seks pada wanita.

  1. Cairan Berbau

Salah satu ciri-ciri kanker serviks pada wanita adalah vagina mengeluarkan cairan berbau busuk. Cairan ini bisa jadi mengandung darah dan mungkin terjadi pada pra atau pasca menopause.

  1. Peningkatan Frekuensi Kencing

Ciri-ciri kanker serviks pada wanita lainnya adalah apabila Anda kerap buang air kecil, terlebih bila Anda tak hamil maka ada kemungkinan terkena kanker serviks.

  1. Tidak Nafsu Makan

Penurunan secara mendadak pada nafsu makan dapat juga jadi sinyal bahwa terkena kanker serviks.

  1. Kelelahan

Rasa lelah memang merupakan suatu alarm bagi kita untuk beristirahat, namun apabila pada saat melakukan sedikit aktivitas, atau bahkan pada saat bersantai Anda merasa kelelahan, makan hal ini bisa saja merupakan tanda-tanda virus sudah mulai menggerogoti sistem kekebalan tubuh Anda dan itu adalah salah satu ciri-ciri kanker serviks pada wanita.

Jika mendapati ciri-ciri kanker serviks pada wanita di atas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Kanker serviks bisa disembuhkan jika dideteksi dan dirawat lebih awal.

Bagaimana cara pencegahan kanker serviks ?

Anda bisa menurunkan risiko terkena kanker serviks dengan mengurangi kemungkinan terkena infeksi HPV. Salah satu caranya adalah dengan melakukan vaksin HPV bila kamu berusia antara 9 hingga 26 tahun.

Disarankan untuk melakukan vaksinasi HPV sebelum kamu aktif secara seksual atau sebelum berhubungan intim. Selain vaksin HPV, ragam cara lain berikut juga bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan kanker serviks

  • Berhubungan Intim dengan aman

Virus HPV dapat menular melalui hubungan seksual. Oleh karena itu, lakukanlah hubungan intim secara aman, seperti dengan selalu menggunakan kondom. Berikut adalah cara memakai kondom yang benar.

Tidak hanya itu, wanita juga disarankan untuk tidak berganti-ganti pasangan. Pasalnya, semakin banyak pasangan berhubungan seksual yang kamu miliki, semakin tinggi risiko penularan HPV.

Usia saat pertama kali berhubungan seksual juga dianggap berpengaruh pada terjadinya kanker serviks. Semakin muda wanita melakukan hubungan intim pertamanya semakin tinggi risikonya terkena infeksi HPV.

  • Melakukan pap smear secara berkala

Pap smear adalah pemeriksaan sel-sel serviks untuk mendeteksi adanya sel pre-kanker sehingga kondisi dapat ditangani sedini mungkin. Pemeriksaan ini juga bisa dikombinasikan bersama uji HPV.

Wanita berusia 25-49 tahun dan aktif berhubungan seksual disarankan melakukan pemeriksaan ini setiap 3 tahun sekali, sedangkan wanita yang berusia 50-64 tahun disarankan melakukan pap smear setiap 5 tahun sekali.

  • Berhenti merokok

Wanita yang merokok dan terinfeksi HPV berisiko lebih tinggi menderita kanker serviks. Tidak hanya itu, perokok pun dianggap kurang mampu menyingkirkan HPV dari tubuhnya.

  • Batasi penggunaan kontrasepsi oral

Risiko seorang wanita menderita kanker serviks dan menggunakan kontrasepsi oral meningkat dibandingkan wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi oral. Namun, saat wanita tersebut menghentikan penggunaaan kontrasepsi, risiko menderita kanker serviks menjadi normal kembali. Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral selama 5 tahun memiliki peningktan risiko kanker serviks namun setelah 10 tahun penghentian kontrasepsi oral, risikonya kembali seperti orang normal.

Olahraga rutin juga harus Anda lakukan karena dengan olahraga yang rutin akan membuat metabolisme tubuh menjadi lancar. Orang yang memiliki metabolisme tubuh yang baik akan sehat dan sel kanker sulit berkembang pada tubuhnya. Olahraga yang Anda lakukan tidak harus jenis olahraga yang berat.

Mengenali ciri-ciri kanker serviks sedini mungkin dapat membantu kamu menurunkan risiko terkena penyakit ini. Ciri paling umum seseorang menderita kanker serviks adalah perdarahan tidak normal pada vagina, seperti setelah berhubungan intim ataupun setelah menopause.

Ciri-Ciri Kanker Serviks Dan Pencegahannya

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Mengobati Kanker Serviks Tradisional

Mengobati Kanker Serviks Tradisional

 

Mengobati Kanker Serviks Tradisional – Kanker serviks atau kanker mulut rahim adalah salah satu kanker ganas yang menjadi pembunuh utama wanita di Indonesia selain kanker payudara. Bahkan data dari WHO mengatakan kalau kanker ini memiliki angka yang cukup tinggi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Serviks adalah bagian bawah rahim yang terbuka ke dalam vagina. Kanker serviks terjadi saat sel tidak normal pada mulut rahim tumbuh tak terkendali. Sel tersebut akhirnya berkembang dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Beberapa obat herbal dan obat tradisional menyembuhkan kanker serviks dengan menghambat pertumbuhan sel kanker tersebut.

Pada dasarnya kanker serviks bisa disembuhkan jika ditemukan lebih awal. Agar bisa ditemukan lebih awal, dibutuhkan kesadaran para wanita untuk melakukan pemeriksaan dini. Ada beberapa metode untuk pemeriksaan dini tapi yang paling umum adalah tes Pap Smear.

Mengobati Kanker Serviks Tradisional

Salah satu cara mengobati kanker serviks secara alami adalah dengan pengobatan alami dengan memanfaatkan tumbuhan atau yang dikenal dengan istilah obat herbal. Pada saat sekarang ini, pengobatan berbagai penyakit mulai diarahkan ke obat-obatan herbal. Ini dikarenakan Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati yang sangat berpotensi sekali mengembangkan obat herbal. Berikut beberapa tanaman herbal untuk mengobati kanker serviks secara alami antara lain :

  1. Tanaman Sarang Semut Papua
Mengobati Kanker Serviks Tradisional

Mengobati Kanker Serviks Tradisional

Tanaman yang mempunyai bahasa latin mymrmecodia pendans asli berasal dari Papua. Tanaman sarang semut mengandunng flavonoid, tookoferol, polifenol, anti oksidan, anti kanker .Kandungan flavonoid mampu menghentikan perkembangan aktif dari sel kanker serviks, menghambat siklus pembelahan sel, tubuh mendapatkan kekebalan tubuh. Uniknya, tumbuhan ini memiliki rongga di dalam umbinya seperti tempat berinteraksi semut. Rebusan sarang semut yang dikonsumsi setiap hari secara teratur mendapatkan hasil postif kearah penyembukan bagi penderita kanker serviks.

  1. Kunyit Putih

Kunyit yang memiliki warna putih bukan kuning, bentuk rimpangnya putih dan bulat. Di Indonesia kunyit putih dikenal juga dengan temu puteri atau temu rapet. Kunyit putih mengandung minyak atsiri yang diduga dapat mengatasi pembengkakan (anti-inflamasi) dan meningkatkan kekebalan tubuh (immunostimulan) serta antioksidan. Penelitian ini didukung oleh American Institute of Cancer untuk mencegah kanker. Konsumsilah rebusan kunyit putih secara teratur setiap hari untuk mencegah kanker serviks.

  1. Keladi Tikus

Tanaman jenis talas yang memiliki nama saintifik Typhonium flagelliforme dikenal pula dengan istilah Rodent Tuber, Laoshu Yu. Keladi tikus berhasiat untuk menonaktifkan sel kanker, mematikan jaringan sel kanker dan menghentikan pertumbuhan sel kanker. Keladi tikus mengandung ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. Pernyataan tentang keladi tikus menyembuhkan kanker di dukung penelitian Prof Dr chris KH Theo dari Universitas Sains Malaysia.

  1. Teh Hijau

Selama ini teh hijau hanya difungsikan sebagai minuman yang mampu mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Selebihnya, teh hijau hanya digunakan sebagai bahan kue atau makanan lainnya. Teh hijau jarang digunakan untuk pengobatan meski efeknya sebagai anti kanker sangat besar. Teh hijau adalah obat tradisional yang dapat digunakan untuk menyembuhkan kanker serviks. Kandungan teh hijau sangat baik dalam meningkatkan daya tahan tubuh karena memiliki zat antioksidan.

Setiap seduhan teh hijau mengandung tiga enzim yang sangat bermanfaat. Enzim yang terdiri dari phytopheonols, catechins dan flavonols ini terkandung sebanyak 30-40 persen pada dan teh kering. Setelah daun teh diseduh, enzim akan larut dan bisa masuk ke dalam sel-sel tubuh. Mengonsumsi teh secara rutin bisa meningkatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Sel tubuh akan susah terkena kanker karena teh banyak mengandung zat anti-tumor dan anti-mutasi. Selain itu, teh hijau juga mampu menurunkan kadar kolesterol secara perlahan-lahan.

  1. Daun Sirsak

Daun sirsak telah diteliti sejak dulu berkhasiat menmbunuh sel-sel aktif kanker , membantu sistem kekebalan tubuh dan menghindari infeksi yang mematikan dan juga mencegah radikal bebas. Buatlah rebusan daun sirsak dari 2 sampai 3 daun sirsak muda dan utuh, rebus selama 20 menit kemudian saring dan konsumsi air selagi hangat atau dingin.

  1. Tapak Dara

Catharanthus roseus (tapak dara) mengandung senyawa yaitu vinkristin dan vinblastin yang memiliki khasiat menumpas sel kanker. Adapun untuk membaut ramuan dari daun tapak dara harus dicampurkan dengan buah adas, kulit kayu pulasari, gula merah kemudian direbu dengan tiga gelas air dan air rebus diminum tiga kali sehari masing-masing setengah gelas.

Selain cara-cara di atas, anda juga bisa mengobati kanker serviks secara alami dengan mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Mengobati Kanker Serviks Tradisional

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Kanker Serviks Secara Alami

Pencegahan Kanker Serviks Secara Alami

 

Pencegahan Kanker Serviks Secara Alami – Kanker serviks atau kanker Rahim adalah kanker yang menyerang pada leher rahim perempuan yang disebabkan oleh virus HPV yang bisa ditularkan lewat kontak fisik. Sehingga, bagi para wanita harus sangat berhati-hati saat melakukan “hubungan” supaya penyakit tumor ganas ini tak bersarang ini rahim anda.

Kebanyakan wanita yang meninggal karena kanker serviks disebabkan oleh virus HPV tipe 16 dan 18 yang bisa ditularkan tidak hanya melalui cairan tetapi juga lewat sentuhan kulit. Selain itu, gaya yang hidup yang tidak sehat seperti merokok, bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan juga bisa memicu terjadinya kanker rahim ini.

Atau, bisa saja kanker ini menular lewat penggunaan WC umum yang tidak dijaga kebersihannya, maka anda harus benar – benar memperhatikan toilet yang anda gunakan. Ada lagi, melakukan hubungan “secara alami” kurang dari umur 16 tahun dan sering melahirkan juga dapat memicu kanker bersarang pada rahim anda.

Pencegahan Kanker Serviks Secara Alami

Pencegahan Kanker Serviks Secara Alami

Pencegahan Kanker Serviks Secara Alami

Agar tidak terjangkit penyakit ini lebih baik melakukan pencegahan. Ada banyak sekali cara mencegah kanker serviks yang dapat Anda lakukan. Dengan melakukan pencegahan akan membuat Anda bisa terhindar dari penyakit yang berbahaya ini.

  1. Vaksinasi HPV

Di manapun anda berada saat ini, vaksinasi HPV adalah salah satu profilaktif kanker leher rahim yang paling efektif dan sudah terpercaya. Bahkan, baru – baru ini vaksin HPV dimasukin sebagai vaksin wajib oleh kementrian Indonesia. Kedepannya vaksin ini mungkin akan disubsidi pemerintah atau akan digratiskan agar semua wanita Indonesia mendapat kekebalan ini. Pencegahan Kanker Serviks Secara Alami

Vaksin HPV di berikan dalam tiga dosis terpisah biasanya pada bulan 0,1, dan 6 bulan. Usia paling dini untuk diberikan vaksin ini adalah usia 11 tahun atau 12 tahun. Vaksin HPV paling lambat diberikan pada saat usia 26 tahun sebagai vaksin catch up. Vaksin HPV juga dapat diberikan pada pria seperti pria yang gay dan homoseksual.

  1. Gaya hidup

Gaya hidup yang umum telah dipertimbangkan memiliki huungan yang lemah terhadap kanker leher rahim. Gaya hidup tersebut adalah makanan yang tidak mengandung tinggi serat seperti buah dan sayur- sayuran. Tanda- tandanya adalah didapatkan berat badan yang berlebih. Pencegahan Kanker Serviks Secara Alami

Selain itu, wanita yang memiliki kebiasaan merokok memiliki risiko dua kali lebih besar menderita kanker leher rahim dibandingkan wanita yang bukan perokok. Berdasarkan penelitian, bahan kimia yang menyebabkan kanker serta tembakau dari rokok ditemukan berada pada mukosa leher rahim atau serviks.

  1. Tomat

Tomat yang berwarna merah, juicy dan sudah matang adalah salah satu makanan yang dapat memberikan efek pencegahan kanker. Di dalam buah tomat terkandung lycopene yang merupakan antioksidan kuat yang terkandung dalam tomat. Lycopene dapat menghambat sejumlah sel kanker untuk berkembang seperti pada kanker payudara, kanker paru, kanker rahim dan kanker leher rahim. Peneliti berspekulasi bahwa lycopene dapat menlindungi sel dari kerusakan dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Karena sistem kekebalan tubuh yang meniingkat akan melindungi tubuh dari virus HPV dan menghambat pertumbuhan sel yang abnormal.

Supaya anda mendapat keuntungan maksimal dari lycopene yang terkandung dalam tomal maka anda dapat mengonsumsi tomat secara langsung tanpa di masak dengan dijus atau juga bisa mengonsumsi tomat yang sudah di masak. namun, anda harus ingat bahwa zat lycopene yang terdapat dalam tomat yang sudah di masak dapat berkurang karena suhu panas saat memasak makanan akan menghancurkan dinding sel tanaman tomat. Akibatnya zat lycopene banyak yang keluar dan rusak sebelum dikonsumsi. Namun, anda dapat mendapat banyak lycopene dari memakan bua- buahan seperti semangka, anggur ungu dan paprika merah. Pencegahan Kanker Serviks Secara Alami

  1. Hindari menikah diusia kurang dari 18 tahun untuk wanita

Pada wanita yang baru menginjak usia 18 tahun ke bawah, sangat tidak disarankan melakukan hubungan seksual. Hal ini disebabkan karena organ reproduksi pada umur itu belum cukup matang untuk melakukan hubungan seksual. Sehingga pada usai itu dan sudah melakukan hubungan seksual dapat mengalami infeksi virus HPV yang merupakan penyebab utama dari kanker serviks. Selain itu, pada sebuah penelitan yang meneliti wanita hamil kurang dari 18 tahun memiliki rsiko menderita kanker serviks dua kali lebih besar dibandingkan wanita yang menunggu untuk hamil saat usia sudah mencapai 25 tahun. Pencegahan Kanker Serviks Secara Alami

  1. Hindari berganti- ganti pasangan seksual atau menikah lebih dari satu kali

Berganti-ganti pasangan seksual dapat meningkatkan risiko infeksi menula seksual seperti chlamidia, sifilis, dan HIV-AIDS. Infeksi menular seksual akan menyebabkanm mukosa leher rahim mengalami iritasi dan rusak sehingga mudah untuk terinfeksi virus HPV. Seorang wanita yang memiliki lebih dari satu pasanga nseksual memiliki risiko menderita kanker serviks lebih tinggi daripada wanita yang memiliki satu pasangan.

  1. Hindari Rokok

Berbagai zat yang terkandung dalam rokok dan tembakau dapat ditemukan pada mukosa atau lapisan selaput lendir kanker leher rahim atau kankker serviks. Substansi rokok dapat menyebabkan kanker leher rahim dengan merusak mater iDNA dalam sel leher rahim. Karena itu wanita yang merokok memiliki risiko yang lebih tinggi menderita kanker serviks daripada yang tidak. Pencegahan Kanker Serviks Secara Alami

  1. Batasi penggunaan kontrasepsi oral

Risiko seorang wanita menderita kanker serviks dan menggunakan kontrasepsi oral meningkat dibandingkan wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi oral. Namun, saat wanita tersebut menghentikan penggunaaan kontrasepsi, risiko menderita kanker serviks menjadi normal kembali. Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral selama 5 tahun memiliki peningktan risiko kanker serviks namun setelah 10 tahun penghentian kontrasepsi oral, risikonya kembali seperti orang normal.

Olahraga rutin juga harus Anda lakukan karena dengan olahraga yang rutin akan membuat metabolisme tubuh menjadi lancar. Orang yang memiliki metabolisme tubuh yang baik akan sehat dan sel kanker sulit berkembang pada tubuhnya. Olahraga yang Anda lakukan tidak harus jenis olahraga yang berat.

Anda cukup melakukan olahraga yang ringan seperti joging dan juga push up. Dengan melakukan semua cara pencegahan kanker serviks secara alami yang telah disebutkan, pasti Anda tidak akan kesulitan untuk mencegah penyakit berbahaya tersebut datang ke tubuh Anda. Cara tersebut juga sangat mudah untuk Anda lakukan dengan biaya yang murah. Semoga bermanfaat …

Pencegahan Kanker Serviks Secara Alami

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment