Tanda Kanker Serviks Stadium Lanjut

Tanda Kanker Serviks Stadium Lanjut

 

Tanda Kanker Serviks Stadium Lanjut – Stadium 4 kanker disebut juga sebagai kanker metastatis atau kanker stadium lanjut. Kanker serviks stadium 4 umumnya terdeteksi dari pemeriksaan panggul yang abnormal atau gejala yang dihasilkan oleh pasien yang mengalami kanker. Setelah melakukan pemeriksaan, kanker stadium 4 dikatakan ada jika kanker telah menyebar ke dalam organ lain yang berdekatan dengan leher rahim ataupun meluas ke bagian tubuh lainnya.

Kanker serviks atau kanker leher rahim stadium 4 terbagi dalam dua tahap, yakni stadium 4A dan stadium 4B. Pada kanker serviks stadium 4A, kanker sudah menyebar ke bagian kandung kemih hingga rektum (bagian akhir dari usus besar). Sedangkan pada kanker serviks stadium 4B, kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain yang lebih jauh seperti tulang, hati, paru-paru, dan kelenjar getah bening di luar panggul. Kondisi ini disebut sebagai metastasis, yang berarti sel kanker telah menyebar ke organ atau jaringan tubuh yang lain.

Pembagian stadium untuk kanker serviks mengadaptasi sistem FIGO, yang merupakan federasi internasional dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Sistem ini membagi stadium kanker berdasarkan kedalaman tumor, lebar tumor, dan sejauh mana kanker telah menyebar. Tingkatan kanker serviks dibagi menjadi 4 stadium dan dituliskan dalam angka romawi, yakni stadium I, II, III, dan IV. Kemudian setiap stadium dibagi lagi menjadi A dan B. Semakin tinggi stadium, maka semakin luas penyebaran kankernya.

Tanda Kanker Serviks Stadium Lanjut

Tanda Kanker Serviks Stadium Lanjut

Tanda Kanker Serviks Stadium Lanjut

Tanda kanker serviks stadium lanjut dapat digolongkan menjadi dua, yakni gejala awal dan gejala lanjutan. Gejala awal kanker serviks biasanya dialami oleh penderita kanker serviks stadium I dan IIA. Sedangkan gejala kanker serviks stadium lanjut biasanya dialami oleh penderita kanker serviks stadium IIB sampai dengan IVB, di mana sel kanker sudah keluar dari serviks dan uterus (rahim).

  1. Penurunan Berat Badan yang Signifikan

Hampir sebagian besar kasus kanker ketika sudah memasuki stadium akhir memiliki gejala yang sama, yaitu terjadinya penurunan berat badan pada penderitanya. Penurunan berat badan ini biasanya terjadi secara signifikan dan dalam kurun waktu yang sangat singkat. Penurunan berat badan ini bisa terjadi akibat berkurangnya nafsu makan penderita karena ia sudah merasa tidak nyaman lagi dengan penyakit kanker yang terus menggerogoti leher rahimnya. Selain penurunan berat badan, massa otot penderita pun ikut terkikis akibat semakin ganasnya sel kanker ataupun sebagai efek samping dari pengobatan.

  1. Berkurangnya Fungsi Berbagai Organ atau Bagian Tubuh

Stadium 4 pada kanker serviks menandakan bahwa kanker ini sudah mulai bermetastase atau menyebar ke bagian tubuh lain di luar leher rahim. Pada tahapan ini sebenarnya penyakit kanker bisa dibilang sudah masuk dalam tahapan yang berbahaya dan dapat mengancam jiwa. Karena kanker sudah mulai menyebar ke berbagai bagian tubuh lain maka beberapa bagian tubuh yang ikut terserang sel kanker tersebut menjadi berkurang fungsinya. Akibatnya kinerja organ-organ tersebut tidak optimal lagi. Selain itu kondisi yang demikian juga memungkinkan munculnya komplikasi pada organ tubuh lainnya.

  1. Pendarahan Hebat Ketika Tidak Sedang Menstruasi atau Ketika Sebelum dan Sesudah Menopause

Kondisi pendarahan sebenarnya sudah dapat ditemui ketika penderita baru memasuki stadium awal. Seiring dengan bertambahnya tahapan kanker serviks menjadi lebih serius, maka pendarahan juga akan semakin sering terjadi. Pada penderita yang masih berusia produktif, pendarahan dapat terjadi ketika sedang tidak menstruasi. Sedangkan pada penderita yang usianya sudah lanjut dan sudah memasuki masa menopause, pendarahan dapat terjadi sebelum atau bahkan setelah masa menopause ini. Pendarahan ini dapat dinilai sebagai sebuah komplikasi dari kanker serviks ataupun efek samping dari segala pengobatan yang dijalani oleh penderita.

  1. Nafsu Makan Berkurang

Sel-sel kanker yang terus menggerogoti leher rahim bahkan organ lain diluarnya akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada penderita. Akibatnya penderita pun menjadi tidak dapat beraktivitas seperti biasanya, stress, cemas yang berlebihan, dan pada akhirnya nafsu makannya pun jadi berkurang. Terlebih pada stadium ini, penderita pasti sudah menjalani berbagai teknik pengobatan seperti radiasi dan kemoterapi. Berbagai pengobatan tersebut tentunya akan menimbulkan beberapa efek samping yang sangat dirasakan oleh penderita seperti mual, pusing, sakit kepala, dan juga hilangnya selera makan.

  1. Tubuh Menjadi Mudah Lelah dan Lemas

Pada stadium yang semakin serius ini sebagian besar penderita pun mengakui bahwa tubuhnya menjadi lebih mudah lelah dan lemas. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti efek samping dari berbagai pengobatan yang sedang dijalani, kurangnya nafsu makan sehingga berkurang pula pasokan energi ke dalam tubuh, dan sel kanker yang semakin ganas serta semakin menggerogoti organ-organ tubuh lainnya.

  1. Nyeri Pada Tulang, Otot, dan Panggul Bagian Bawah

Menyebarnya sel kanker ke bagian luar selain leher rahim dapat ditandai dengan rasa nyeri pada bagian tulang, otot, dan panggul bagian bawah. Nyeri yang dialami oleh penderita ini seringkali dirasa cukup mengganggu dan dapat terjadi secara tiba-tiba.

  1. Nyeri Saat Buang Air Kecil atau Buang Air Besar

Seperti yang telah dijelaskan bahwa pada stadium 4 khususnya 4A, sel kanker sudah mulai menyebar ke kandung kemih dan rektum. Akibat dari penyebaran ini penderita akan mengalami rasa nyeri saat buang air kecil dan juga ketika buang air besar. Tak hanya itu, terkadang ditemukan pula darah di dalam urin ataupun feses penderita.

  1. Rasa Sakit Pada Seluruh Tubuh

Karena sel kanker semakin menyebar, maka hampir seluruh tubuh akan merasakan sakit. Beberapa penderita bahkan mengalami rasa sakit di bagian tertentu seperti kaki dan tangan akibat sel kanker sudah mengganggu saraf-saraf yang ada pada bagain tubuh tersebut. Akibatnya koordinasi gerak tubuh penderita terganggu, dan ia pun akan merasa kesulitan untuk berjalan dan bergerak. Tak jarang rasa sakit ini membuat penderita menjadi susah untuk beristirahat. Tanda Kanker Serviks Stadium Lanjut

Tanda Kanker Serviks Stadium Lanjut

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyebaran Kanker Serviks

Penyebaran Kanker Serviks

 

Penyebaran Kanker Serviks – Kanker serviks adalah jenis kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Di Indonesia, jumlah penderita kanker serviks sangat tinggi. Oleh karena itu kanker serviks disebut sebagai penyakit pembunuh wanita nomor 1 di Indonesia selain kanker payudara.

Bagi penderita kanker serviks, informasi mengenai tingkat stadium kanker sangatlah penting, karena hal ini akan membantu dokter dalam melakukan tindakan pengobatan yang tepat untuk pasien. Selain membantu dokter untuk menentukan tindakan, stadium kanker juga membantu pasien kanker serviks agar benar-benar memahami kondisi kesehatan yang sedang mereka alami.

Stadium Kanker Serviks

Stadium pada kanker digunakan untuk mendeskripsikan penyebaran tumor pada jenis kanker seperti di mana letak kanker, lokasi penyebarannya, dan bagaimana pengaruhnya pada bagian tubuh pada saat diagnosis. Stadium kanker adalah bagian penting untuk menentukan rencana pengobatan yang dilakukan dokter nantinya.

FIGO (Internasional Federation of Gynecology and Obstetrics) dan AJCC (American Joint Committee on Cancer) telah mengembangkan sistem untuk stadium kanker. Berdasarkan kedua sistem tersebut, perkembangan kanker leher rahim dibagi menjadi 5 stadium berdasarkan ukuran tumor, kedalaman penetrasi pada leher rahim, dan penyebaran kanker di dalam maupun di luar leher rahim.

Penyebaran Kanker Serviks

Penyebaran Kanker Serviks

Secara umum, tahapan kanker serviks adalah sebagai berikut:

  • Tahap 0: Dalam tahap ini sel-sel yang abnormal hanya pada permukaan serviks, seperti terjadinya pertumbuhan jaringan epitel leher rahim.
  • Tahap I: Pertumbuhan kanker ini masih terbatas di bagian rahim. Ada sejumlah tumor kecil yang belum sampai menyebar ke bagian kelenjar getah bening atau area lainnya.
  • Tahap II: Kanker telah meluas sampai keluar leher rahim tetapi belum sampai dinding pelvis, dan kanker sudah menyerang vagina tapi belum mencapai 1/3 vagina bagian bawah.
  • Tahap III: kanker sudah meluas ke dinding pelvis, selain itu tumor menyerang 1/3 vagina bagian bawah; pada semua kasus juga ditemukan adanya hidronefrosis atau ginjal tidak berfungsi.
  • Tahap IV: kanker telah menyebar ke kandung kemih atau rektum, atau ke area lain di tubuh.

Penyebaran Kanker Serviks

Penyebaran Kanker Serviks – Stephen Paget, seorang ahli bedah Inggris, berteori bahwa sel-sel kanker sulit untuk bertahan hidup di lingkungan luar yang sama sekali berbeda dengan karakteristik tumor induk. Oleh karena itu, kanker hanya dapat menyebat ke lokasi yang memiliki karakteristik sel sama. Misalnya, sel-sel kanker payudara perlu ion kalsium dari kelenjar susu payudara untuk bisa melipatgandakan diri, sehingga sel kanker payudara mungkin lebih memilih tulang sebagai lokasi penyebarannya karena tulang kaya akan kalsium.

James Ewing, profesor patologi pertama di Cornell University, mengusulkan teori lain bahwa sel-sel kanker cenderung menyerang kelenjar getah bening regional di dekat tumor primer. Jadi, pasien dengan tumor primer yang dilewati oleh pembuluh yang menuju ke paru-paru pada akhirnya akan mengembangkan kanker metastatik paru-paru.

Satu studi dari University College London (UCL), dilansir dari Medical Daily, mengatakan mereka telah menemukan mekanisme yang menyebabkan penyebaran kanker. Melalui pengujian hewan laboratorium, ditemukan bahwa sel-sel kanker mulai menyebar saat sel-sel sehat mulai membubarkan diri dalam upaya menghindari serangan berbahaya. Sel-sel kanker tertarik kepada sel-sel sehat dan terus mengikuti pergerakan sel sehat ke seluruh tubuh.

Kesemua teori di atas mengandung kebenaran. Namun, gambaran besar dari proses metastasis kanker jauh lebih rumit daripada yang dibayangkan.

Penderita kanker seperti apa yang lebih berisiko mengalami kanker yang menyebar ?

Memiliki kanker aktif atau riwayat pernah memiliki kanker merupakan faktor risiko utama untuk mengalami penyebaran kanker. Beberapa jenis kanker lebih mungkin untuk menyebar daripada yang lain. Namun, tingkat kemampuan penyebaran sel kanker akan bervariasi antara satu jenis tumor dan yang lainnya.

Misalnya, karsinoma sel basal jarang menyebar, tapi kanker pankreas, otak, dan hati merupakan jenis kanker yang bisa menyebar dengan cepat. Jenis kanker berbeda juga telah dikenal memiliki daerah tujuan “favorit” untuk bermetastasis. Misalnya, kanker prostat umumnya menyebar ke tulang, sedangkan kanker usus bermetastasis ke hati.

Faktor-faktor lain, seperti sifat sel kanker, perubahan genetik tertentu, dan efektivitas sistem kekebalan tubuh dalam menghilangkan sel-sel kanker, juga berperan dalam menentukan keberhasilan metastasis. Ke mana sel kanker menyebar juga akan tergantung pada jenis, ukuran, dan di mana awal mula sel kanker bermula dalam tubuh.

Bahkan ketika hal-hal ini telah diketahui, dokter tidak selalu yakin jika kanker seseorang akan bermetastasis. Dokter tidak yakin apa yang menyebabkan beberapa jenis kanker bisa menyebar. Dan masih tidak jelas alasan di balik mengapa beberapa jenis kanker memilih untuk berjalan menyebar ke tulang daripada tempat umum lainnya untuk bermetastasis, misalnya hati.

Pencegahan Penyebaran Kanker Serviks

Cara utama dalam mencegah kanker serviks adalah mencegah tertular virus HPV. Diperkirakan sekitar 99 persen kasus kanker serviks disebabkan oleh virus ini. Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker serviks meliputi berhubungan seks dengan aman, setia pada pasangan, screening rutin pada leher rahim, vaksinasi, serta berhenti merokok.

Kebanyakan kasus kanker serviks berhubungan dengan infeksi HPV jenis tertentu. Penyebaran virus ini terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman, maka gunakan kondom ketika berhubungan seksual untuk mengurangi risiko tertular HPV.

Risiko tertular HPV juga meningkat seiring dengan jumlah pasangan seksual seseorang. Wanita yang hanya memiliki satu pasangan pun juga bisa terinfeksi virus ini jika pasangannya memiliki banyak pasangan seksual lain.

Screening atau pap smear untuk kanker serviks  adalah metode untuk mendeteksi sel-sel yang berpotensi menjadi kanker. Pap smear leher rahim bukanlah tes untuk kanker. Tes ini hanya memeriksa kesehatan sel-sel pada leher rahim. Kebanyakan hasil tes pada wanita menunjukkan hasil normal. Lakukanlah pap smear secara teratur. Wanita yang pernah berhubungan seks dan terutama sudah berusia 25-49 tahun, disarankan untuk melakukan tes tiap tiga tahun sekali. Untuk wanita usia 50-64 tahun, disarankan melakukan tes lima tahun sekali.

Vaksinasi HPV atau human papilomavirus melindungi wanita dari infeksi jenis virus utama yang menyebabkan kanker serviks. Vaksin akan lebih efektif jika diberikan pada gadis sebelum aktif secara seksual. Meski vaksin HPV bisa mengurangi risiko kanker serviks, tapi vaksin ini tidak menjamin Anda bebas dari penyakit ini. Anda tetap disarankan menjalani pap smear secara rutin meski sudah mendapatkan vaksinasi.

Risiko terkena kanker serviks juga bisa dikurangi dengan menjauhi rokok. Orang yang merokok lebih sulit dalam menghilangkan infeksi HPV dari tubuh. Infeksi inilah yang berpotensi menjadi kanker. Penyebaran Kanker Serviks

Penyebaran Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Gejala Kanker Serviks Stadium 1B

Gejala Kanker Serviks Stadium 1B

 

Gejala Kanker Serviks Stadium 1B – Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Meski terjadi pendarahan, belum berarti Anda menderita kanker serviks. Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan.

Gejala Kanker Seviks Stadium 1B

Gejala Kanker Seviks Stadium 1B

Gejala kanker serviks stadium 1B mungkin tidak menunjukkan kondisi yang berarti, dan hanya dikira sebagai kondisi kurang fit saja. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengenali penyakit kanker serviks/Rahim dan semua gejala kanker serviks yang ditimbulkan. Berikut gejala kanker serviks stadium 1B antara lain :

  1. Pendarahan Tak Normal

Wanita yang memiliki kanker serviks biasanya mengalami gejala kanker serviks stadium 1B seperti pendarahan yang tak normal pada bagian vagina. Dalam sebulan, pendarahan bisa jadi parah atau hanya sedikit.

  1. Keputihan Parah

Hal ini tentu saja berbeda bagi tiap wanita. Beberapa bisa mengalami keputihan yang berbau tak sedap, tebal, atau sangat berlendir. Jika Anda mendapati keputihan yang tak biasa sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan.

  1. Nyeri Panggul

Seseorang bisa saja mengalami nyeri panggul saat mengalami menstruasi. Hal ini normal. Namun Anda harus waspada jika nyeri panggul terjadi di saat-saat lainnya. Wanita yang memiliki kanker serviks biasa mengalami gejala kanker serviks stadium 1 seperti nyeri panggul selama berjam-jam. Rasa sakit sakit bisa berupa nyeri yang tajam, ringan, atau sangat parah.

  1. Pendarahan Saat Tidak Menstruasi, Setelah Seks, Atau Saat Pemeriksaan Panggul

Terjadinya pendarahan saat berhubungan seks atau pemeriksaan panggul adalah salah satu gejala kanker serviks stadium 1B. Hal ini disebabkan oleh iritasi pada leher rahim selama beraktivitas. Meski begitu, ada banyak hal yang bisa menyebabkan pendarahan setelah aktivitas atau seks pada wanita.

  1. Cairan Berbau

Salah satu tanda gejala kanker serviks stadium 1B adalah vagina mengeluarkan cairan berbau busuk. Cairan ini bisa jadi mengandung darah dan mungkin terjadi pada pra atau pasca menopause.

  1. Nyeri Saat Buang Air Kecil

Merasa sakit dan nyeri saat buang air kecil bisa dirasakan penderita kanker serviks. Hal ini biasa terjadi jika kanker serviks telah menyebar ke kandung kemih.

  1. Peningkatan Frekuensi Kencing

Gejala kanker serviks stadium 1B lainnya adalah apabila Anda kerap buang air kecil, terlebih bila Anda tak hamil maka ada kemungkinan terkena kanker serviks.

  1. Tidak Nafsu Makan

Penurunan secara mendadak pada nafsu makan dapat juga jadi sinyal gejala kanker serviks stadium 1B bahwa terkena kanker serviks.

  1. Kelelahan

Rasa lelah memang merupakan suatu alarm bagi kita untuk beristirahat, namun apabila pada saat melakukan sedikit aktivitas, atau bahkan pada saat bersantai Anda merasa kelelahan, makan hal ini bisa saja merupakan tanda-tanda virus sudah mulai menggerogoti sistem kekebalan tubuh Anda dan itu adalah salah satu gejala kanker serviks stadium 1B.

  1. Pembengkakan Pada Kaki

Salah satu aktivitas virus HPV yang terlihat secara fisik adalah dengan terjadinya pembengkakan pada area seputar kaki.

Jika mendapati gejala kanker serviks stadium 1B di atas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Kanker serviks bisa disembuhkan jika dideteksi dan dirawat lebih awal.

Untuk mengobati dan mencegah gejala kanker serviks stadium 1B, Anda dapat mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker.

S.Lutena juga berfungsi sebagai herbal ANTIKANKER yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. Suplemen S.Lutena juga berfungsi sebagai ANTIAGING dan ANTIOKSIDAN yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. S.Lutena mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi. S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S-Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, s-lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda !

S Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mataKatarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Minus/Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb. Gejala Kanker Serviks Stadium 1B

Gejala Kanker Serviks Stadium 1B

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengaruh Kanker Serviks Pada Kehamilan

Pengaruh Kanker Serviks Pada Kehamilan

 

Pengaruh Kanker Serviks Pada Kehamilan – Penyakit kanker serviks yang menyerang wanita pada bagian intim ini merupakan salah satu penyakit yang dapat membunuh jutaan wanita yang ada di dunia. Untuk itu, kanker serviks adalah penyakit yang mempunyai urutan nomer satu sebagai penyakit yang dapat menyebabkan kematian bagi sang penderitanya. Sel kanker yang menyerang pada bagian kandungan atau bawah uterus akan semakin menyebar jika tidak segera di tangani dengan pengobatan yang benar.

Banyak sekali orang yang bertanya tentang apakah penderita mempunyai kemungkinan untuk hamil atau apakah wanita yang sedang mengandung dapat di serang oleh penakit yang ganas ini? dan apakah ada pengaruh kanker serviks ini pada kehamilan dan juga janin? Dalam artikel ini saya akan memberikan beberapa jawaban yang akan dapat menjawab pertanyaan – pertanyaan diatas. Kanker serviks ini berbeda dengan kanker payudara yang juga menyerang pada wanita. Kanker serviks ini dapat di derita oleh wanita yang hamil maupun tidak hamil. Dan dalam artikel ini akan saya ulas beberapa informasi mengenai Pengaruh Kanker Serviks Pada Kehamilan dan Janin. Perlu di ketahui bahwa bahaya kanker serviks yang di derita ibu hamil akan dapat membahayakan pada janin yang ada di dalam kandungannya. Nah sebelum mengulas Pengaruh Kanker Serviks Pada Kehamilan, saya akan membahas terlebih dahulu mengenai gejala kanker serviks.

Gejala Kanker Serviks Pada Ibu Hamil

Perlu Anda tahu, bahwa gejala awal kanker serviks pada stadium awal akan sangat sulit terdeteksi. Bahkan mereka cenderung sama seperti kebanyakan wanita normal. Nah, agar ibu hamil mengetahui gejala kanker serviks sejak dini, yuk simak ulasannya berikut ini mengenai gejala kanker serviks :

  • Keputihan patogonis

Keputihan atau flour albus ini merupakan cairan yang keluar dari organ intim wanita dalam jumlah yang banyak selain darah. Walaupun tidak semua jenis keputihan itu berbahaya, namun ibu hamil harus tetap berhati-hati ketika keluarnya keputihan dengan ciri-ciri sebagai berikut: keluarnya cairan keputihan dalam jumlah yang tidak sedikit, cairan yang berubah menjadi kental, memiliki aroma bau yang tidak sedap, memiliki warna yang tidak normal, munculnya rasa gatal juga panas pada bagian vagina. Nah, ketika ibu hamil mengalami beberapa gejala seperti itu, maka sebaiknya cepatlah periksakan ke dokter.

  • Sakit pada area kewanitaan

Ketika virus HPV mulai menyerang, biasanya akan timbul rasa sakit di bagian kewanitaan, hal ini disebabkan oleh HPV yang memang telah berkembang serta mengganggu imunitas tubuh sehingga bisa menimbulkan sakit di bagian bawah perut, munculnya sakit atau ngilu pada bagian paha, merasakan sakit ketika tengah buang air besar, bahkan akan merasakan sakit ketika melakukan hubungan intim.

  • Pendarahan

Pada wanita normal atau wanita yang tidak tengah hamil, gejala kanker serviks yaitu keluarnya darah. Namun banyak diantaranya kaum wanita yang beranggapan bahwa pendaharan tersebut muncul dikarenakan siklus menstruasi yang tidaklah normal, namun kalian tetap harus mewaspadainya ketika darah yang keluar dari area vagina sering bahkan berangsur rutin, maka segeralah periksakan hal tersebut ke dokter.

  • Nyeri buang air kecil

Kantung kemih yang memang terkena infeksi firus HPV akan mengakibatkan penderitanya mengalami rasa sakit atau bahkan nyeri ketika mereka buang air kecil, dan hal ini merupakan gejala kanker serviks yang harus di waspadai, karena telah memasuki stadium lanjut.

  • Timbul rasa sakit dan pendarahan saat berhubungan seks

Ketika ibu hamil tengah melakukan hubungan intim dengan suami, maka ibu hamil akan merasakan sakit sampai mengeluarkan darah, dan hal ini disebabkan oleh adanya infeksi yang terjadi pada leher rahim yang sudah parah.

  • Penurunan nafsu makan

Turunnya nafsu makan juga bisa menyebabkan imunitas menurun, sehingga resiko terjadinya stress akan meningkat, cemas yang berlebihan, serta bisa mengganggu energy. Bukan hanya itu, hal ini juga bisa merupakan salah satu pertanda awal terjadinya gejala kanker serviks.

  • Bengkak pada kaki

Jika Anda mengalami bengkak pada kaki secara tiba-tiba tanpa adanya alasan yang jelas, mungkin saja hal ini merupakan serangkaian pertanda kalau virus yang menyebabkan kanker serviks mulau menyerang tubuh Anda.

  • Cepat Lelah

Rasa lelah yang diakibatkan oleh virus HPV merupakan rasa lelah yang di rasakan tanpa adanya sebab yang menyerang waktu Anda santai.

Pengaruh Kanker Serviks Pada Kehamilan

Pengaruh Kanker Serviks Pada Kehamilan

Apa saja pengaruh kanker serviks pada kehamilan ? Dan ini lah ringkasan dari beberapa pengaruh kanker serviks pada kehamilan dan Janin diantaranya adalah :

  • Kelahiran Bayi Prematur

Resiko pertama yang mungkin dialami dari kondisi kanker serviks yang terjadi pada masa kehamilan adalah kelahiran bayi prematur. Kondisi ini tentu menjadi hal yang menyeramkan terjadi pada buah hati anda. Bagaimanapun setiap orangtua tentunya menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya.

Resiko kelahiran bayi prematur akan mungkin membuat impian memiliki bayi yang lahir dengan sehat menjadi hancur. Untuk itu, sebaiknya segera konsultasikan masalah kanker serviks anda ke dokter. Bila perlu lakukan pemeriksaan secara rutin untuk mendeteksi masalah gangguan pada organ kewanitaan sejak dini.

  • Keguguran

Resiko paling menakutkan dari kanker serviks yang dialami pada masa kehamilan adalah keguguran pada bayi. Hal ini dikarenakan pada beberapa kondisi tertentu adanya kanker membuat janin dalam kandungan perlu diangkat dengan alasan keamanan dan keselamatan.

Bahkan penelitan menunjukan bahwa seorang wanita yang menderita kanker serviks bahkan tidak memiliki kemungkinan untuk hamil. Hal ini tentu menjadi hal yang sangat menakutkan. Akibat dari tahapan tertentu perawatan dan penanganan kanker serviks akan memungkinkan pengangkatan rahim harus dilakukan.

  • Hambatan Proses Perkembangan Janin

Adanya inferksi virus yang terjadi pada bagian rahim akan mungkin mempengaruhi perkembangan janin didalamnya. Dimana kondisi ini akan mengakibatkan adanya hambatan proses perkembangan janin dalam kandungan. Kondisi ini pada umumnya disebabkan adanya neoplasma yang berbahaya. Dampaknya janin anda tidak akan bertumbuh dan berkembang dengan normal seperti bayi pada umumnya. Hal ini bisa memicu resiko bayi cacat pada saat dilahirkan.

  • Hambatan Proses Persalinan

Selain mempengaruhi perkembangan janin dalam kandungan. Adanya kanker serviks pun bisa menyebabkan gangguan pada proses persalinan. Akibat adanya jaringan sel kanker serviks proses persalinan yang normal akan dapat terkendala. Masalah ini tentu akan menjadi ancaman yang mengerikan  untuk anda.

Jadi itulah beberapa pengaruh kanker serviks pada kehamilan. Kanker serviks yang terjadi tidak dapat disepelekan begitu saja. Diperlukan penanganan yang efektif dengan berkonsultasi dengan dokter. Agar demikian masalah ini bisa segera diatasi dengan baik. Semoga bermanfaat ^^

Pengaruh Kanker Serviks Pada Kehamilan

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Serviks Karena Keturunan ?

Kanker Serviks Karena Keturunan ?

 

Kanker Serviks Karena Keturunan ? Kanker leher rahim atau serviks masih menjadi momok bagi perempuan, termasuk perempuan Indonesia. Dari data setiap tahun ditemukan 528.000 kasus baru kanker serviks, di mana 266 ribu kematian setiap tahun dan sepertiganya di Asia Tenggara. Di Indonesia, kanker serviks merupakan pembunuh ke-2 perempuan di Indonesia. Salah satu problematik dari keganasan kanker serviks berkembang di Indonesia disebut karena kesadaran pencegahan penyakit belum maksimal.

Virus penyebab kanker serviks adalah Human Papilloma Virus (HPV), khususnya tipe 16 dan 18 yang tergolong tipe tinggi risiko kanker. Virus ini dengan mudah didapat oleh mereka yang aktif secara seksual. Namun demikian, saat seseorang terinfeksi, 95 persen kasus dapat hilang dengan sendirinya dengan perlawanan imunitas tubuh.

HPV penyebab kanker serviks yang ditularkan dapat bertahan dalam jaringan epitel di daerah serviks selama 10 sampai 15 tahun. Dr. Andi mengatakan, HPV penyebab kanker tidak akan langsung menimbulkan gejala tertentu, dengan demikian kanker serviks menjadi sulit untuk dideteksi. Vaksinasi dan skrining alat kelamin melalui metode pap smear adalah jalan terbaik untuk mencegah kanker serviks.

Kanker Serviks Karena Keturunan

Kanker Serviks Karena Keturunan

Kanker Serviks Karena Keturunan ? Benarkah ?

BANYAK masyarakat yang salah persepsi jika kanker serviks adalah penyakit turunan. Padahal, kanker leher rahim disebabkan oleh virus menular, dan hanya sedikit kasus disebabkan oleh faktor keturunan.

Seperti yang telah di sebutkan diatas, kanker serviks karena keturunan mungkin saja bisa terjadi. Karena salah satu faktor risiko penyakit kanker adalah faktor genetik. Secara sederhana, yang disebut dengan faktor risiko adalah suatu faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit tertentu. Perlu diperhatikan bahwa faktor risiko bukanlah penyebab langsung timbulnya penyakit.

Faktor genetik pada penyakit kanker diturunkan dari generasi ke generasi. Dengan demikian, yang diturunkan adalah faktor risiko genetiknya, bukan penyakit kankernya secara langsung. Faktor risiko genetik biasanya merupakan suatu variasi atau mutasi urutan DNA, yang berbeda-beda antara etnisitas satu dan yang lainnya dan antara penyakit kanker satu dan yang lainnya.

Jika seseorang memiliki faktor risiko genetik untuk penyakit kanker tertentu, maka ia memiliki kerentanan lebih tinggi dibanding orang lain untuk menderita penyakit kanker tersebut.

Seberapa besar risiko atau kemungkinannya bergantung dari:

  1. Jenis penyakit kankernya.

Peran faktor genetik antara jenis penyakit kanker satu dan lainnya berbeda-beda. Misalnya, sebagian sangat besar penyakit kanker payudara memiliki pola kekerabatan, sementara hanya 10% penyakit kanker indung telur yang memiliki pola kekerabatan.

  1. Jenis variasi genetik yang dibawa orang tersebut.

Berdasarkan kontribusinya dalam meningkatkan risiko kanker, variasi genetik dapat dibagi 3 tipe, yaitu tipe penetransi tinggi, sedang, dan rendah. Variasi genetik tipe penetransi tinggi memiliki pengaruh paling besar dalam meningkatkan risiko kanker, dst. Pada kanker payudara faktor risiko genetik dengan penetrasi paling tinggi adalah mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2. Penelitian menunjukkan, jika seseorang membawa mutasi pada kedua gen ini, maka ia memiliki resiko 10 kali lebih tinggi menderita kanker payudara dibanding orang yang tidak membawa mutasi pada kedua gen tersebut.

  1. Jarak kekerabatan dengan anggota keluarga yang menderita kanker.

Semakin dekat jarak kekerabatan seseorang dengan anggota keluarga yang menderita kanker maka semakin tinggi risikonya menderita kanker yang sama. Dalam hal ini tentunya ‘first degree relatives’ (ayah, ibu, anak dan saudara sekandung) menunjukkan risiko paling tinggi.

Bisakah kanker serviks karena keturunan bisa di cegah ?

Faktor risiko genetik tidak dapat diubah (setidaknya untuk saat ini). Namun, faktor risiko genetik hanya satu dari berbagai faktor resiko lain, seperti lingkungan dan pola hidup. Faktor-faktor risiko lain ini tentunya adalah variabel yang dapat dikendalikan. Pencegahan timbulnya kanker biasanya adalah pengendalian dari faktor-faktor lingkungan dan pola hidup. Faktor-faktor lingkungan dan pola hidup ini berbeda-beda antara satu penyakit kanker dan penyakit kanker lainnya.

Benarkah kanker serviks karena keturunan bisa sembuh ?

Kanker serviks karena keturunan bisa sembuh dengan mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam Super Lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S Lutena juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Super Lutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari.

S-Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S.Lutena termasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA.

S.Lutena Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Kanker Serviks Karena Keturunan ?

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Serviks Stadium 2 Bisa Sembuh

Kanker Serviks Stadium 2 Bisa Sembuh

 

Kanker Serviks Stadium 2 Bisa Sembuh – Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang sangat menakutkan bagi wanita. Semua wanita yang pernah melakukan hubungan seksual bisa berpotensi untuk terkena kanker serviks. Kanker serviks adalah jenis kanker yang tumbuh pada jaringan disekitar leher rahim atau dalam istilah medis disebut dengan nama seviks. Leher rahim adalah organ reproduksi wanita yang terdapat pada bagian vagina dan rahim. Kanker serviks menjadi sangat menakutkan karena kanker ini memiliki masa pertumbuhan yang lambat, dimulai sejak jaringan leher rahim terinfeksi virus penyebab kanker serviks.

Kanker serviks stadium 2 adalah jenis kanker yang telah mencapai ukuran sekitar 4 cm pada jaringan leher rahim dan menyebar ke jaringan vagina bagian atas. Kanker serviks stadium 2 dibagi menjadi dua tingkat yaitu stadium 2A dan 2B. Berikut ini pembagian kanker serviks stadium 2 menurut perbedaan penyebaran jaringan sel kanker.

  • Kanker serviks stadium 2A adalah kanker yang telah menyebar di sekitar leher rahim dan bagian luar termasuk vagina atas tetap tidak menyebar hingga ke bagian rahim. Kanker serviks stadium 2A biasanya dibagi menjadi dua jenis. Jika ukuran kanker atau tumor memiliki ukuran lebih kecil dari 4 cm maka masuk dalam tahap 2A1. Dan jika tumor yang ditemukan memiliki ukuran lebih dari 4 cm maka termasuk dalam tahap 2A2.
  • Kanker serviks stadium 2B adalah apabila saat pemeriksaan ditemukan penyebaran sel kanker hingga bagian luar leher rahim dan masuk ke jaringan pada bagian rahim.
Kanker Serviks Stadium 2 Bisa Sembuh

Kanker Serviks Stadium 2 Bisa Sembuh

Kanker serviks stadium 2 mungkin tidak akan memperlihatkan gejala khusus yang mudah di sadari oleh penderita. Namun beberapa kelainan dibawah ini bisa digunakan untuk mengamati munculnya sel kanker serviks.

  • Muncul pendarahan dalam waktu tertentu menjelang masa menopause atau pada saat menstruasi. Pendarahan ini bisa membuat penderita merasa lemah dan lelah karena darah yang keluar sangat banyak.
  • Muncul rasa sakit pada bagian panggul bawah namun bisa hilang sendiri dan terkadang menjadi gejala awal dari pendarahan.
  • Penderita kanker serviks stadium 2 terkadang juga tidak memiliki gejala khusus seperti pendarahan, namun hanya keputihan yang menimbulkan bau tidak enak.

Benarkah kanker serviks stadium 2 bisa sembuh ?

Kanker serviks stadium 2 bisa sembuh dengan mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Secara umum, S Lutena memiliki manfaat sebagai anti aging (anti penuaan) bagi tubuh. Yakni; Anti Aging Mata, Anti Aging Otak, Anti Aging Kulit, Anti Aging Imunitas, Anti Aging Metabolisme, dan Anti Aging Organ Keseluruhan. Konsumsi 3 kapsul Super Lutein setara dengan 5 porsi sayuran dan 4 porsi buah-buahan dengan 6 macam warna. Dua puluh (20) menit setelah konsumsi, Super Lutein akan diserap oleh pencernaan, dan dalam waktu empat puluh (40) menit diserap oleh mata. Oleh karenanya, setelah konsumsi Super Lutein pandangan mata akan lebih cerah dan terang.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam Super Lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S Lutena juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Super Lutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari.

S-Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S.Lutena termasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA.

S.Lutena Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Kanker serviks stadium 2 bisa sembuh  dengan S.Lutena. Ayoo segera hubungi kami untuk memesan S.Lutena. Stock TERBATAS !!

Kanker Serviks Stadium 2 Bisa Sembuh

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Serviks Bisa Diraba, Benarkah ?

Kanker Serviks Bisa Diraba, Benarkah ?

 

Kanker Serviks Bisa Diraba, Benarkah ? Sebelum membahasa mengenai Kanker serviks adalah kanker yang terjadi saat ada sel-sel di leher rahim alias serviks yang tidak normal, dan berkembang terus dengan tidak terkendali.

Sel-sel abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi penyebab kanker serviks. Leher rahim sendiri adalah organ yang berbentuk seperti tabung silinder. Fungsinya yaitu menghubungkan vagina dengan rahim.

Kanker ini adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia. Namun, tes pap smear yang rutin dapat membantu mengetahui adanya kanker serviks secara dini.

Kanker serviks sering kali masih bisa disembuhkan jika ditemui sejak awal. Selain itu, ada beberapa metode untuk mengendalikan risiko kanker serviks, yang membuat angka kasus kanker serviks menurun.

Kanker Serviks Bisa Diraba, Benarkah ?

Kanker tidak selalu menimbulkan gejala benjolan dan tidak semua benjolan adalah suatu kanker. Organ yang dekat dengan permukaan tubuh dan benjolan cukup besar, barulah dapat teraba ataupun terlihat, misal benjolan pada payudara, benjolan dalam perut pada hepatoma, dan sebagainya. Namun pada organ yang terdapat di dalam, seperti kanker serviks (leher rahim), kanker prostat, maka tidak dapat melalui perabaan.

Kanker Serviks Bisa Diraba, Benarkah ?

Kanker Serviks Bisa Diraba, Benarkah ?

Untuk mendiagnosis suatu penyakit kanker, diperlukan informasi lengkap dari gejala, pemeriksaan fisik dan penunjang secara menyeluruh. Dan untuk mendiagnosis pasti berdasarkan dari pemeriksaan patologi anatomi (PA), yaitu pemeriksaan melihat sebagian jaringan dengan alat mikroskop untuk mengetahui jenis sel apa yang terdapat pada jaringan tersebut.

Gejala awal munculnya kanker serviks

Biasanya, saat sel serviks mulai berubah tapi belum dikatakan kanker, tubuh tidak menunjukkan gejala apapun. Padahal, semakin dini perubahan sel serviks ini diketahui, semakin mudah kanker serviks bisa dicegah dan diobati.

Jika sel serviks yang abnormal ini dibiarkan, maka bisa berubah menjadi sel kanker dan menimbulkan gejala awal, seperti:

  • Pendarahan yang tidak normal pada vagina, seperti pendarahan saat tidak sedang menstruasi, setelah berhubungan seks, atau setelah menopause
  • Sakit saat berhubungan seks
  • Keputihan yang tidak normal dan berbau tidak sedap
  • Nyeri panggul

Gejala kanker serviks juga bisa semakin parah saat kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut, di antaranya adalah:

  • Anemia karena perdarahan vagina yang tidak normal
  • Terasa sakit atau nyeri pada panggul, punggung, dan kaki
  • Masalah buang air kecil karena ginjal atau ureter tersumbat
  • Urine atau feses bocor ke dalam vagina, karena terbentuk fistula (suatu saluran abnormal yang menghubungkan vagina dengan kandung kemih atau rektum)
  • Penurunan berat badan

Pencegahan kanker serviks yang perlu dilakukan

Perubahan sel leher rahim yang terdeteksi sejak dini dapat mencegah sel abnormal berubah menjadi sel kanker. Sehingga, melakukan pap smear merupakan cara terbaik untuk mendeteksi perkembangan sel kanker pada leher rahim. Pap smear bisa menunjukkan perubahan sel abnormal pada leher rahim sebelum berubah menjadi kanker, sehingga kanker serviks bisa dicegah.

Hasil pap smear yang abnormal bisa berarti ada perubahan pada sel serviks, hal ini bisa ditunjukkan dengan:

  • Adanya peradangan atau iritasi pada leher rahim. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi pada serviks akibat HPV.
  • Adanya perubahan sel menjadi abnormal, disebut dengan displasia serviks. Perubahan sel yang belum termasuk sel kanker, tapi mungkin bersifat prakanker.
  • Tanda kanker yang lebih serius, yang ditandai dengan perubahan pada lapisan permukaan serviks.
  • Tanda kanker mulai menyebar, perubahan sel ini meluas ke jaringan di luar serviks.

Selain melakukan pap smear, pencegahan kanker seviks juga bisa dilakukan dengan vaksinasi HPV. Vaksin HPV dapat mendorong tubuh menciptakan antibodi untuk melawan virus HPV, sehingga tubuh bisa menciptakan pertahanan yang lebih kuat.

Mendapatkan vaksin HPV sedini mungkin, bahkan sebelum Anda mulai berhubungan seksual secara aktif, sangat dianjurkan untuk mencegah kanker serviks.

Mengobati Kanker Serviks

Kanker serviks bisa sembuh dengan mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

S-Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S.Lutena termasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda !!

S Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Kanker Serviks Bisa Diraba, Benarkah ?

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tanda Awal Kanker Serviks

Tanda Awal Kanker Serviks

 

Tanda Awal Kanker Serviks yang harus di waspadai !! Setiap perempuan berisiko terkena kanker leher rahim dan di Indonesia hampir setiap jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat kanker serviks.

Hal ini terjadi karena kesadaran yang kurang pada para wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Pasalnya, pada tahap awal, kanker leher rahim tidak menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali. Pada tahap awal ini, pemeriksaan pada daerah serviks menjadi sangat penting untuk mendeteksi adanya perubahan yang terjadi pada daerah serviks.

Tanda Awal Kanker Serviks

Tanda Awal Kanker Serviks

Gejala dan keluhan akan muncul ketika kanker serviks telah berada pada stadium yang lebih lanjut. Hal tersebut tentunya amat perlu diwaspadai para wanita.

Apa saja berbagai tanda awal kanker serviks ? Berikut tanda awal kanker serviks antara lain :

  • Keputihan Parah

Gejala kanker serviks lainnya adalah terjadinya keputihan yang cukup parah. Hal ini tentu saja berbeda bagi tiap wanita. Beberapa bisa mengalami keputihan yang berbau tak sedap, tebal, atau sangat berlendir. Jika Anda mendapati keputihan yang tak biasa sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan.

  • Pendarahan Tak Normal

Wanita yang memiliki kanker serviks biasanya mengalami pendarahan yang tak normal pada bagian vagina. Dalam sebulan, pendarahan bisa jadi parah atau hanya sedikit.

  • Nyeri Panggul

Seseorang bisa saja mengalami nyeri panggul saat mengalami menstruasi. Hal ini normal. Namun Anda harus waspada jika nyeri panggul terjadi di saat-saat lainnya. Wanita yang memiliki kanker serviks biasa mengalami nyeri panggul selama berjam-jam. Rasa sakit sakit bisa berupa nyeri yang tajam, ringan, atau sangat parah.

  • Cairan Berbau

Salah satu gejala kanker serviks adalah vagina mengeluarkan cairan berbau busuk. Cairan ini bisa jadi mengandung darah dan mungkin terjadi pada pra atau pasca menopause.

  • Nyeri Saat Buang Air Kecil

Merasa sakit dan nyeri saat buang air kecil bisa dirasakan penderita kanker serviks stadium lanjut. Hal ini biasa terjadi jika kanker serviks telah menyebar ke kandung kemih.

  • Peningkatan Frekuensi Kencing

Gejala kanker serviks lainnya adalah apabila Anda kerap buang air kecil, terlebih bila Anda tak hamil maka ada kemungkinan terkena kanker serviks.

  • Tidak Nafsu Makan

Penurunan secara mendadak pada nafsu makan dapat juga jadi sinyal bahwa terkena kanker serviks.

  • Kelelahan

Rasa lelah memang merupakan suatu alarm bagi kita untuk beristirahat, namun apabila pada saat melakukan sedikit aktivitas, atau bahkan pada saat bersantai Anda merasa kelelahan, makan hal ini bisa saja merupakan tanda-tanda virus sudah mulai menggerogoti sistem kekebalan tubuh Anda dan itu adalah salah satu gejala kanker serviks.

  • Pembengkakan Pada Kaki

Salah satu aktivitas virus HPV yang terlihat secara fisik adalah dengan terjadinya pembengkakan pada area seputar kaki.

Jika mendapati gejala kanker serviks di atas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Kanker serviks bisa disembuhkan jika dideteksi dan dirawat lebih awal.

Dalam menghadapi kanker serviks, hal yang terbaik adalah jangan menunggu hingga gejala-gejala di atas muncul. Lakukan pemeriksaan pada daerah serviks secara rutin jika Anda sudah aktif secara seksual. Hal ini dapat mencegah kematian karena kanker serviks.

Untuk mengobati dan mencegah tanda awal kanker serviks Anda dapat mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi. S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif.

S Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Tanda Awal Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Serviks Stadium 4 Sembuh

Kanker Serviks Stadium 4 Sembuh

 

Kanker Serviks Stadium 4 SembuhKanker serviks stadium 4 adalah salah satu fase tertinggi dari kategori kanker serviks. Kondisi kanker seviks ini sudah masuk dalam tahap stadium lanjut. Salah satu penyebab angka kematian tertinggi penderita kanker serviks adalah terlambatnya proses pemeriksaan kanker. Di beberapa negara maju seperti Amerika, Inggris dan Eropa, kanker serviks lebih cepat ditangani karena biasanya ditemukan dalam kondisi yang masih awal. Sementara di negara berkembang (termasuk Indonesia) pemeriksaan kanker serviks belum terlalu dipahami oleh masyarakat.

Kanker Serviks Stadium 4 Sembuh

Kanker Serviks Stadium 4 Sembuh

Gejala Kanker Serviks Stadium 4

Kanker serviks stadium 4 adalah kondisi kanker yang sudah masuk dalam tahap lanjut. Kanker pada kondisi ini sudah menyebar ke berbagai organ lain dalam tubuh bahkan diluar bagian leher rahim. Kondisi kanker yang sudah menyebar ke bagian kandung kemih hingga rektum masuk dalam stadium 4A. Jika kanker telah masuk ke organ lain seperti paru-paru maka akan masuk dalam stadium 4B. Gejala dari kanker serviks stadium 4 adalah seperti di bawah ini.

  • Terjadi pendarahan hebat saat tidak sedang menstruasi dan menjelang atau sesudah masuk tahap menopause.
  • Ada rasa sakit yang muncul pada tulang, otot dan panggul bagin bawah.
  • Muncul rasa sakit yang berlebihan saat buang air besar atau buang air kecil dan bahkan kadang disertai dengan pendarahan.
  • Mengalami gangguan nafsu makan, lelah dan badan menjadi lebih lemah.
  • Biasanya penderita akan mengalami penurunan berat badan yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat.
  • Terkadang jika kanker telah menyebar ke bagian otot tubuh, maka seluruh badan akan merasa sakit dan tidak nyaman.

Bisakah kanker serviks stadium 4 sembuh ?

Kanker serviks stadium 4 bisa sembuh dengan mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Secara umum, S Lutena memiliki manfaat sebagai anti aging (anti penuaan) bagi tubuh. Yakni; Anti Aging Mata, Anti Aging Otak, Anti Aging Kulit, Anti Aging Imunitas, Anti Aging Metabolisme, dan Anti Aging Organ Keseluruhan. Konsumsi 3 kapsul Super Lutein setara dengan 5 porsi sayuran dan 4 porsi buah-buahan dengan 6 macam warna. Dua puluh (20) menit setelah konsumsi, Super Lutein akan diserap oleh pencernaan, dan dalam waktu empat puluh (40) menit diserap oleh mata. Oleh karenanya, setelah konsumsi Super Lutein pandangan mata akan lebih cerah dan terang.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam Super Lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S Lutena juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Super Lutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari.

S-Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S.Lutena termasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA.

S.Lutena Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Kanker Serviks Stadium 4 Sembuh

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Resiko Kanker Serviks Pada Masa Kehamilan

Resiko Kanker Serviks Pada Masa Kehamilan

 

Resiko Kanker Serviks Pada Masa Kehamilan – Kanker serviks merupakan suatu keganasan pada serviks akibat adanya infeksi virus HPV. Infeksi virus HPV ini didapatkan melalui hubungan seksual. Setiap wanita berisiko terkena infeksi HPV namun infeksi HPV lebih banyak terjadi pada wanita yang aktif secara seksual.

Resiko Kanker Serviks Pada Masa Kehamilan

Resiko Kanker Serviks Pada Masa Kehamilan

Kanker serviks pada masa kehamilan merupakan suatu kondisi yang sangat jarang terjadi. Penanganan kanker biasanya ditunda guna meneruskan kehamilan hingga selesai. Penanganan yang diberikan sementara adalah untuk mengurangi gejala yang timbul. Beberapa literatur ilmiah mengatakan bahwa terminasi atau penghentian kehamilan disarankan terutama pada trimester 1&2 guna sang Ibu sesegera mungkin mendapatkan terapi untuk kanker serviksnya.

Apabila kehamilan ingin tetap dilanjutkan maka terapi untuk kanker serviks ditunda terlebih dahulu. Kehamilan dapat diteruskan hingga bayi siap dilahirkan dengan proses sectio caesarea. Tindakan sectio caesarea dipilih guna menghindari adanya kontak bayi dengan mulut rahim yang terinfeksi. Setelah bayi lahir, sang Ibu dapat memulai terapi guna menghilangkan sel-sel kanker yang menyerang tubuhnya.

Apa resiko kanker serviks pada masa kehamilan ?

Nah, untuk mengetahui resiko kanker serviks pada masa kehamilan maka tak perlu khawatir. Beberapa informasi dibawah ini akan memandu anda mengetahui pengaruhnya terhadap kandungan.

  1. Kelahiran Bayi Prematur

Resiko pertama yang mungkin dialami dari kondisi kanker serviks yang terjadi pada masa kehamilan adalah kelahiran bayi prematur. Kondisi ini tentu menjadi hal yang menyeramkan terjadi pada buah hati anda. Bagaimanapun setiap orangtua tentunya menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya.

Resiko kelahiran bayi prematur akan mungkin membuat impian memiliki bayi yang lahir dengan sehat menjadi hancur. Untuk itu, sebaiknya segera konsultasikan masalah kanker serviks anda ke dokter. Bila perlu lakukan pemeriksaan secara rutin untuk mendeteksi masalah gangguan pada organ kewanitaan sejak dini.

  1. Keguguran

Resiko paling menakutkan dari kanker serviks yang dialami pada masa kehamilan adalah keguguran pada bayi. Hal ini dikarenakan pada beberapa kondisi tertentu adanya kanker membuat janin dalam kandungan perlu diangkat dengan alasan keamanan dan keselamatan.

Bahkan penelitan menunjukan bahwa seorang wanita yang menderita kanker serviks bahkan tidak memiliki kemungkinan untuk hamil. Hal ini tentu menjadi hal yang sangat menakutkan. Akibat dari tahapan tertentu perawatan dan penanganan kanker serviks akan memungkinkan pengangkatan rahim harus dilakukan.

  1. Hambatan Proses Perkembangan Janin

Adanya inferksi virus yang terjadi pada bagian rahim akan mungkin mempengaruhi perkembangan janin didalamnya. Dimana kondisi ini akan mengakibatkan adanya hambatan proses perkembangan janin dalam kandungan. Kondisi ini pada umumnya disebabkan adanya neoplasma yang berbahaya. Dampaknya janin anda tidak akan bertumbuh dan berkembang dengan normal seperti bayi pada umumnya. Hal ini bisa memicu resiko bayi cacat pada saat dilahirkan.

  1. Hambatan Proses Persalinan

Selain mempengaruhi perkembangan janin dalam kandungan. Adanya kanker serviks pun bisa menyebabkan gangguan pada proses persalinan. Akibat adanya jaringan sel kanker serviks proses persalinan yang normal akan dapat terkendala. Masalah ini tentu akan menjadi ancaman yang mengerikan  untuk anda.

Penularan Kanker Serviks

Nah, lalu sebenarnya bagaimanakah cara penularan kanker serviks itu?

  1. Hubungan seks usia muda

Semakin muda seorang perempuan melakukan hubungan seks, semakin besar risikonya untuk terkena kanker serviks. Berdasarkan penelitian para ahli, perempuan yang melakukan hubungan seks pada usia kurang dari 17 tahun mempunyai resiko 3 kali lebih besar daripada yang menikah pada usia lebih dari 20 tahun.

  1. Sering berganti pasangan

Sering bergonta-ganti pasangan seks akan meningkatkan potensi penularan penyakit kelamin. Penyakit yang ditularkan seperti infeksi human papilloma virus (HPV) telah terbukti dapat meningkatkan timbulnya kanker serviks, penis dan vulva. Resiko terkena kanker serviks menjadi 10 kali lipat pada wanita yang mempunyai partner seksual 6 orang atau lebih. Di samping itu, virus herpes simpleks tipe-2 dapat menjadi faktor pendamping.

  1. Merokok

Wanita perokok berpotensi 2 kali lebih besar menderita kanker serviks dibanding wanita yang non perokok. Lendir serviks pada wanita perokok mengandung nikotin dan zat-zat lainnya yang ada di dalam rokok. Zat-zat tersebut akan menurunkan daya tahan serviks dan juga merupakan ko-karsinogen infeksi virus.

  1. Defisiensi asam folat

Kekurangan asam folat dapat meningkatkan risiko terjadinya displasia ringan dan sedang, serta mungkin juga meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks pada wanita yang makanannya rendah beta karoten dan retinol (vitamin A).

  1. Penggunaan kloset duduk di WC umum

Hal ini dikarenakan kondisi lembabnya toilet yang menjadi tempat subur bagi virus HPV untuk berkembang biak. Terlebih, WC umum jarang dibersihkan. HPV bisa menular melalui kontak kulit dengan bibir WC. Konklusi ini berasal dari penemuan tidak wajar pada anak berumur 4 tahun yang menderita kanker serviks. Padahal anak seumur itu tentunya belum menstruasi. Dari situ, diduga penularan virus ini berasal dari WC umum.

Jadi demikian masalah kanker serviks yang terjadi tidak dapat disepelekan begitu saja. Diperlukan penanganan yang efektif dengan berkonsultasi dengan dokter. Agar demikian masalah ini bisa segera diatasi dengan baik. Sekian artikel mengenai resiko kanker serviks pada masa kehamilan. Semoga bermanfaat ^^

Resiko Kanker Serviks Pada Masa Kehamilan

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment